Project Seru Penuh Kejutan

AS Serang Fasilitas Militer Iran, Menteri Luar Negeri AS: Tindakan Defensif Bukan Bagian Operasi Epic Fury

May 9, 2026 • 0 Views
AS Serang Fasilitas Militer Iran, Menteri Luar Negeri AS: Tindakan Defensif Bukan Bagian Operasi Epic Fury
AS Serang Fasilitas Militer Iran, Menteri Luar Negeri AS: Tindakan Defensif Bukan Bagian Operasi Epic Fury

PSPK – 09 Mei 2026 | Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan militer terhadap fasilitas militer Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebutkan bahwa serangan tersebut bukanlah bagian dari Operasi Epic Fury, melainkan sebagai tindakan defensif untuk melindungi kapal perang AS yang diserang di Selat Hormuz.

Rubio menjelaskan bahwa AS harus merespons jika ada ancaman terhadap kapal perang mereka, termasuk pesawat nirawak atau rudal yang diarahkan ke kapal perusak militer AS. "Kami harus menjatuhkan rudal itu. Kami harus melumpuhkan apa pun yang meluncurkan rudal itu. Alternatifnya adalah membiarkan rudal itu menenggelamkan salah satu kapal kita," katanya.

Menurut Rubio, pasukan AS di Selat Hormuz tidak akan menembak lebih dulu jika tidak diserang. Namun, jika ada ancaman, AS akan melakukan tindakan defensif untuk melindungi kapal perang mereka. Sementara itu, komando militer Iran mengklaim bahwa AS telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah di negara tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang fasilitas militer milik Iran karena ada dugaan upaya menyerang kapal perang AS di Selat Hormuz. Fasilitas yang diserang merupakan lokasi peluncuran rudal, drone, dan kapal kecil yang digunakan untuk menyerang kapal perang AS.

Mantan Wakil Presiden AS, Kamala Harris, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait eskalasi konflik di Iran. Harris menyebut langkah-langkah yang diambil Trump dalam perang Iran sebagai sebuah "omong kosong".

Presiden AS, Donald Trump, menanggapi santai baku tembak terbaru antara AS dan Iran di Selat Hormuz. Meskipun kedua negara saling melancarkan serangan, Trump menyebut aksi militer tersebut hanya sebagai sentuhan kasih sayang. Trump juga menegaskan bahwa gencatan senjata antara Washington dan Teheran masih tetap berlaku meski ketegangan kembali memanas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa konflik antara AS dan Iran masih berlanjut dan berpotensi memanas. AS melakukan serangan militer terhadap fasilitas militer Iran sebagai tindakan defensif, sedangkan Iran mengklaim bahwa AS telah melanggar gencatan senjata. Situasi ini memerlukan perhatian dan diplomasi yang lebih lanjut untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *