Project Seru Penuh Kejutan
News  

Tragedi Ledakan Gas LPG di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas, Empat Korban Sekeluarga Masih Dirawat

August 30, 2026 • 0 Views
Tragedi Ledakan Gas LPG di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas, Empat Korban Sekeluarga Masih Dirawat
Tragedi Ledakan Gas LPG di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas, Empat Korban Sekeluarga Masih Dirawat

PSPK – 30 Agustus 2026 | BEKASI — Sebuah tragedi menyayat hati terjadi di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas LPG pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB itu menelan korban enam orang sekeluarga yang mengalami luka bakar. Dua di antaranya, seorang ayah dan anak kandungnya, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kabupaten Bekasi.

Dua Korban Tewas, Ayah dan Anak

Dua korban yang meninggal dunia diketahui merupakan Deni Setiawan (36) dan anaknya, Raihan Alfarizky (7). Keduanya mengalami luka bakar sangat parah dengan luas luka lebih dari 90 persen. Setelah sempat mendapatkan perawatan medis selama satu hari di RSUD Kabupaten Bekasi, keduanya akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dari empat korban tersebut, dua orang dengan kondisi luka bakar cukup parah direncanakan menjalani rujukan ke RS Hasan Sadikin, Bandung, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kronologi Ledakan Gas LPG

Berdasarkan penuturan keluarga korban, peristiwa tersebut bermula ketika ibu korban yang bernama Enah sedang memasak sekaligus menghangatkan nasi pada Jumat dini hari. Saat itu, diduga terjadi kebocoran gas dari tabung LPG yang digunakan, yang ditandai dengan suara gas yang keluar.

Tami (55), salah seorang anggota keluarga korban yang juga tinggal di sebelah rumah korban, mengatakan Enah kemudian meminta bantuan menantunya untuk memperbaiki kondisi tabung gas tersebut.

“Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama mantunya, minta dibenerin,” ujar Tami saat ditemui di lokasi kejadian.

Namun, tak lama setelah permintaan bantuan itu, terdengar satu kali ledakan keras dari dalam rumah. “Satu kali meledak. Pokoknya meledak begitu kedengarannya,” ungkapnya.

Diduga kuat, saat hendak mengganti atau memperbaiki tabung gas yang bocor, api muncul sehingga menyambar dan membakar orang-orang yang berada di dalam satu ruangan, yakni dapur kediaman keluarga tersebut.

Korban Dievakuasi ke Dua Rumah Sakit

Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan dirinya mengetahui kejadian setelah didatangi salah satu anak korban yang meminta pertolongan. Saat tiba di lokasi, sejumlah korban sudah berada di depan rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.

“Awalnya kejadiannya sekitar jam 4 pagi. Saya tahu dari anaknya si Aisah. Anak itu ke rumah saya, ‘Bu, minta tolong. Ini kebakaran, ibu saya sudah luka’,” kisah Suta.

Enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Sentra Medika. Dua korban yang mengalami luka bakar paling parah, Deni Setiawan dan Raihan Alfarizky, akhirnya meninggal dunia setelah satu hari menjalani perawatan medis.

Pelajaran dari Tragedi Ini

Peristiwa menyedihkan ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan tabung gas LPG di rumah tangga. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memastikan selang dan regulator tabung gas terpasang dengan benar dan tidak bocor.
  • Melakukan pengecekan kebocoran gas menggunakan air sabun secara berkala.
  • Tidak menyalakan api atau sumber percikan bila tercium bau gas, serta segera membuka jendela dan pintu untuk ventilasi.
  • Memanggil petugas berpengalaman apabila ditemukan kerusakan pada tabung atau instalasi gas, bukan memperbaikinya sendiri dalam kondisi ruangan yang berisi gas.

Hingga berita ini ditayangkan, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dengan dua di antaranya bersiap dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung karena kondisi luka bakar yang cukup parah. Warga sekitar berharap korban yang dirawat dapat segera pulih, sementara pihak keluarga masih terpukul dengan kepergian Deni Setiawan dan Raihan Alfarizky, ayah dan anak yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini.

Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan gas LPG, terutama saat mendeteksi adanya kebocoran. Penanganan yang cepat dan tepat, serta tidak melakukan tindakan berisiko di ruangan yang berisi gas, dapat mencegah tragedi serupa terjadi kembali di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *