PSPK – 14 Oktober 2026 | Tulungagung – Di tengah hiruk-pikuk berita nasional, ada kisah haru dari Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Seorang nenek berusia 95 tahun, Mbah Waqilah, tengah berjuang untuk tetap mandiri di masa tuanya. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0807/Tulungagung, rumah tidak layak huni miliknya kini tengah direhabilitasi.
Mbah Waqilah tinggal seorang diri di rumah sederhana yang sebelumnya hampir roboh. Dinding retak, atap bocor, dan lantai tanah membuatnya sulit bergerak. Namun, semangatnya untuk tidak merepotkan anak dan cucu begitu kuat. “Saya ingin rumah ini cepat selesai, supaya bisa segera ditempati dengan nyaman. Saya juga ingin tetap bisa melakukan kegiatan sendiri,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca saat menerima kunjungan Satgas TMMD, Rabu (14/10/2026).
Program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang diusung TMMD ke-130 ini tidak hanya membangun kembali tembok dan atap, tetapi juga memberikan harapan baru. Bagi Mbah Waqilah, rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol kemandirian dan martabat di usia senja. Ia ingin menikmati sisa usianya dengan tenang, tanpa harus bergantung pada orang lain.
Komandan Kodim 0807/Tulungagung melalui Pasiter Kapten Inf Suyanto menyampaikan, “Kami bersama jajaran pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan rehab rumah Mbah Waqilah secepatnya. Beliau adalah contoh semangat hidup yang luar biasa. Kami ingin memastikan beliau bisa kembali menempati rumah yang aman dan nyaman.”
Di sisi lain, cuaca ekstrem melanda sebagian Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan suhu di Nganjuk dan Ngawi mencapai 37 derajat Celsius pada hari yang sama, sementara Kota Batu diliputi kabut asap. Cuaca panas dan kering ini menjadi tantangan tersendiri bagi para prajurit TNI yang bekerja siang hari. Namun, semangat gotong royong tetap membara.
Tak hanya kabar baik dari TMMD, warga Tulungagung juga dihebohkan dengan kecelakaan lalu lintas di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, pada Selasa (13/10/2026). Sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 bernopol AG 8045 YI yang dikemudikan Wiki Prastyawan (31) melaju kencang dari timur ke barat. Di lokasi, seorang pengendara motor Honda Scoopy, Sugiyanto (50), melintas dari selatan ke utara tanpa memperhatikan situasi.
Kapolsek Sumbergempol, AKP M Anshori, menjelaskan, “Sopir mobil pikap sudah berusaha membunyikan klakson, tapi jarak sudah terlalu dekat. Tabrakan tak terhindarkan. Mobil kemudian oleng, menabrak pagar rumah warga hingga ambruk, dan akhirnya terguling.” Beruntung tidak ada korban jiwa. Pengemudi mobil dan motor mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Kasus kini ditangani Satlantas Polres Tulungagung.
Kecelakaan ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan di jalan, terutama di persimpangan. Sementara itu, Mbah Waqilah di Campurdarat justru memberi pelajaran tentang keteguhan hati. Di usianya yang hampir satu abad, ia masih bermimpi untuk mandiri. Program TMMD ke-130 menjadi jawaban atas doa-doa sederhananya.
Di tengah berbagai peristiwa—dari operasi tangkap tangan KPK di BNPB hingga gebrakan penyanyi dangdut muda Putri Kristya—kisah Mbah Waqilah adalah pengingat bahwa pembangunan manusia tidak pernah lekang oleh waktu. Setiap rumah yang layak huni adalah investasi kemanusiaan yang tak ternilai.
Semoga Mbah Waqilah segera bisa menempati rumah barunya, dan semangat mandirinya menginspirasi kita semua.












