PSPK – 15 Juni 2026 | Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri melakukan ziarah ke makam ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno, di Kompleks Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, pada Minggu (14/6/2026) sore. Kegiatan ini berlangsung di tengah peringatan Bulan Bung Karno 2026, sebuah rangkaian acara tahunan yang digelar untuk mengenang pemikiran dan perjuangan proklamator kemerdekaan.
Megawati tiba di Bandara Kediri dari Bali dan langsung disambut oleh ratusan kader PDIP yang telah menunggu. Mereka berasal dari Blitar dan Malang, memadati area bandara hingga lokasi makam. Dalam rombongan, Megawati didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, serta cicitnya, bersama anggota keluarga besar lainnya seperti Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno. Turut hadir Prof. Connie Rahakundini Bakrie, sahabat Megawati yang juga Guru Besar Universitas St. Petersburg Rusia, serta Samuel Wattimena, anggota DPR RI Fraksi PDIP.
Prosesi ziarah diawali dengan doa bersama di pusara Bung Karno. Usai berdoa, Megawati keluar kompleks makam dengan digandeng Prananda. Keduanya melambaikan tangan ke arah massa yang menunggu. Megawati kemudian berjalan menghampiri kerumunan dan menarik tiga orang anak—satu laki-laki dan dua perempuan—untuk berdialog. Ia menanyakan kabar dan harapan mereka, menunjukkan kedekatan dengan rakyat. Setelah itu, seorang ibu berkaus kuning merangsek mendekat sambil memanggil “Bunda Mega” dan menjulurkan tangan. Megawati tersenyum, menyambut tangan ibu tersebut, yang mengucap syukur dengan penuh haru. “Alhamdulillah, ya Allah.. ya Allah.. terima kasih bunda,” ujar sang ibu. Megawati kemudian didampingi Prananda menaiki mobil menuju tempat istirahat.
Ziarah ke makam Bung Karno merupakan tradisi rutin Megawati sebagai bentuk penghormatan sekaligus kontemplasi. Sejak 2023 hingga 2026, ia telah beberapa kali berziarah dalam momen-momen penting. Pada 21 Juni 2024, dalam rangka Peringatan Haul Bung Karno ke-54, Megawati didampingi saudarinya Sukmawati Soekarnoputri. Pada November 2025, ziarah bertepatan dengan Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Terakhir, pada 29 Maret 2026, ia berziarah bersama Guruh Soekarnoputra, Sukmawati, dan Puti Guntur Soekarno. Pola ini menunjukkan bahwa setiap ziarah hampir selalu bertepatan dengan momen-momen politik nasional penting.
Bulan Bung Karno sendiri merupakan inisiatif PDIP untuk merevitalisasi ajaran Soekarno di kalangan kader dan masyarakat. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, “Berziarah ke makam Bung Karno adalah cara Ibu Megawati untuk merawat api perjuangan yang tak pernah padam. Di tengah dinamika bangsa yang semakin kompleks, Bung Karno mengajarkan bahwa pemimpin harus selalu kembali ke akar, ke rakyat, dan ke nilai-nilai Pancasila.” Pernyataan ini menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar ritual, melainkan bagian dari strategi politik untuk memperkuat ideologi partai.
Blitar sebagai lokasi makam memiliki nilai historis tinggi. Soekarno dimakamkan di kota kelahirannya setelah wafat pada 1970. Kompleks Makam Bung Karno kini menjadi destinasi wisata sejarah dan religi, dikunjungi ribuan peziarah setiap tahun. Kehadiran Megawati di tengah Bulan Bung Karno 2026 dipandang sebagai upaya untuk mengingatkan publik akan warisan pemikiran Bung Karno, terutama Pancasila dan nasionalisme, di tengah tantangan politik kontemporer.
Dalam jangka pendek, ziarah ini memperkuat solidaritas kader PDIP di Jawa Timur. Dalam jangka menengah, kegiatan ini berpotensi meningkatkan popularitas partai menjelang pemilu mendatang. Pihak yang paling terdampak adalah basis massa PDIP di Blitar dan sekitarnya, yang mendapat afirmasi langsung dari ketua umum. Selain itu, momen ini juga menjadi pengingat bagi publik tentang peran Megawati sebagai penerus dinasti politik Soekarno.
Ke depannya, tradisi ziarah ini kemungkinan akan terus berlanjut dan diintegrasikan dengan agenda politik partai. Dengan demikian, Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga ajang konsolidasi dan reaktualisasi nilai-nilai perjuangan Soekarno dalam konteks kekinian.










