PSPK – 09 April 2026 | Jakarta — Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan bahwa pembersihan lumpur yang menutupi lebih dari lima ratus lokasi di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah selesai pada awal April 2026.
| Provinsi | Lokasi Sasaran | Lokasi Selesai | Persentase |
|---|---|---|---|
| Aceh | 519 | 480 | 92,5 % |
| Sumatera Utara | 24 | 18 | 75 % |
| Sumatera Barat | 29 | 29 | 100 % |
Dengan total penyelesaian lebih dari 92 % dari seluruh lokasi yang tertimbun lumpur, capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan laporan dua hari sebelumnya yang mencatat 445 lokasi selesai.
Kepala Satgas, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pembersihan lumpur tetap menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana Sumatera. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan dibagi menjadi dua tahap.
- Tahap pertama: Membuka akses jalan nasional yang sudah selesai 100 % sejak 25 Januari 2026, sehingga jalur transportasi kembali berfungsi secara penuh.
- Tahap kedua: Fokus pada pembersihan di tiga jenis lokasi kritis, yaitu sekolah, kawasan perkantoran, serta fasilitas umum seperti puskesmas, masjid, dan lainnya.
Satgas PRR juga menugaskan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pembersihan di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada gelombang ketiga, yang dimulai 4 April 2026, sebanyak 731 personel Praja IPDN bersama 37 ASN Kementerian Dalam Negeri membersihkan 42 lokasi, termasuk pemukiman, saluran drainase, fasilitas umum, dan situs bersejarah seperti Istana Benua Raja.
“Target utama kami adalah mengatasi lumpur yang mengeras, terutama di situs bersejarah, rumah warga, dan infrastruktur penting,” ujar Tito Karnavian dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut.
Upaya intensif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial‑ekonomi masyarakat terdampak dan mengembalikan fungsi normal fasilitas publik di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.












