PSPK – 04 Agustus 2026 | Dalam sebuah acara yang penuh makna, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP yang Disokong BRI pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Acara tersebut berlangsung di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara serta ribuan debitur yang berpartisipasi.
Sinergi untuk Perumahan
Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan dunia usaha dalam memperluas akses perumahan bagi masyarakat. “Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif,” ujarnya. Ia mengakui bahwa meskipun capaian yang telah diraih cukup membanggakan, kebutuhan akan perumahan yang layak masih sangat besar.
Dukungan BRI untuk Program 3 Juta Rumah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memainkan peran kunci dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa BRI terus memperkuat dukungannya melalui pembiayaan yang dapat menjangkau masyarakat serta pelaku usaha di sektor perumahan. “Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, kami berkomitmen untuk memperluas akses pembiayaan perumahan,” tambah Hery.
Penyaluran KPR dan KPP
Pada acara tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62.000 peserta dalam Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP. BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur. Pembiayaan ini terdiri dari Rp308 miliar untuk pengembang dan Rp572 miliar untuk masyarakat.
Capaian Tertinggi dalam Penyaluran Rumah Subsidi
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2025 adalah yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada tahun 2010. “Capaian ini menunjukkan hasil kerja keras pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat,” ungkap Maruarar.
Peran Strategis BRI dalam Ekonomi Kerakyatan
BRI juga berperan penting dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak tahun 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp1.539 triliun kepada lebih dari 45 juta penerima. Hal ini menunjukkan komitmen BRI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memperkuat ekosistem perumahan.
Acara yang Dihadiri Pejabat Tinggi
Acara Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP yang Disokong BRI ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, serta sejumlah anggota kabinet dan pejabat lainnya.
Visi Membangun Masa Depan
Dengan berbagai langkah dan program yang telah diluncurkan, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo berkomitmen untuk terus meningkatkan penyediaan rumah bagi masyarakat. Langkah ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP yang Disokong BRI merupakan langkah signifikan dalam mewujudkan visi perumahan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dan menjadi simbol sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor perbankan dalam menangani masalah perumahan di tanah air.












