Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Ketua DPRD Bone Dihujat Publik, Gerindra Sulsel: Tak Perlu Dipolitisasi

July 27, 2026 • 0 Views
Ketua DPRD Bone Dihujat Publik, Gerindra Sulsel: Tak Perlu Dipolitisasi
Ketua DPRD Bone Dihujat Publik, Gerindra Sulsel: Tak Perlu Dipolitisasi

PSPK – 27 Juli 2026 | Ketua DPRD Bone Dihujat Publik, Gerindra Sulsel: Tak Perlu Dipolitisasi. Kasus yang melibatkan Andi Tenri Walinonong, Ketua DPRD Kabupaten Bone, menjadi sorotan publik dan media setelah insiden pelemparan kue ke wajah seorang staf PPPK bernama Yuli. Pelemparan tersebut tidak hanya menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat, tetapi juga membuat Andi Tenri dilaporkan ke Polres Bone.

Darmawangsyah Muin, Wakil Bupati Gowa sekaligus Sekretaris DPW Gerindra Sulsel, meminta agar publik dan media tidak mempolitisasi kasus yang menimpa Tenri. Dalam pernyataannya, Darmawangsyah yang karib disapa Wawan ini menegaskan pentingnya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwenang untuk menilai ada tidaknya tindak pidana. “Tidak perlu dibawa ke ranah politik,” ujarnya ketika diwawancarai oleh ERA pada Senin, 27 Juli 2026.

Insiden Pelemparan Kue

Insiden yang terjadi di Bone ini berawal ketika Andi Tenri melemparkan kue dan botol saos ke arah Yuli, yang merupakan salah satu staf PPPK. Aksi tersebut langsung memicu kehebohan di media sosial, di mana banyak netizen mengecam tindakan Tenri. Hasilnya, banyak komentar negatif yang muncul, dan Ketua DPRD Bone tersebut mendapatkan hujatan dari publik.

Proses Hukum Berlanjut

Seiring dengan viralnya video insiden tersebut, pihak kepolisian setempat, dalam hal ini Satreskrim Polres Bone, langsung melakukan penyelidikan. Saat ini, kasus pelemparan kue dan botol saos tersebut telah memasuki tahap olah tempat kejadian perkara. Wawan menegaskan, proses hukum harus dijalani sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Wawan juga mengisyaratkan bahwa meskipun Andi Tenri merupakan kader Partai Gerindra, butuh untuk membedakan antara tindakan individu dan kebijakan partai. “Saya tidak pernah tanda tangan surat pemanggilan (Ketua DPRD Bone) jadi pemanggilan ke DPW itu tidak pernah ada,” tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa partai tidak ingin terlibat lebih jauh dalam kasus ini.

Pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan

Pihak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua DPRD Bone yang kini sedang ramai diperbincangkan di media. Kasus ini pun menjadi bahan diskusi hangat di kalangan masyarakat, terutama di platform media sosial yang menjadi tempat utama bagi publik untuk mengekspresikan pandangannya.

Menanggapi hujatan yang diterima Andi Tenri, Wawan meminta agar semua pihak memberikan kesempatan untuk proses hukum berjalan. Ia berharap agar masyarakat tidak terbawa emosi dan memahami bahwa setiap individu berhak untuk mendapatkan keadilan. “Mari kita tunggu hasil dari penyelidikan dan keputusan pihak berwenang,” ujarnya.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Media sosial menjadi arena utama bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat mereka terkait insiden ini. Banyak komentar yang mengecam tindakan Andi Tenri, dengan beberapa pengguna meminta agar dia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kejadian ini telah menambah panjang daftar insiden yang melibatkan anggota legislatif di Indonesia, yang sering kali terjebak dalam polemik publik.

Ketua DPRD Bone Dihujat Publik, Gerindra Sulsel: Tak Perlu Dipolitisasi menjadi sorotan utama di berbagai platform berita dan diskusi online. Banyak yang berharap agar insiden ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama bagi para pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam bertindak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *