Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Trotoar Kartini Jadi Pasar: Ludi Tanarto Mendesak Penataan Instan agar Kota Batu Tetap Menarik

May 31, 2026 • 0 Views
Trotoar Kartini Jadi Pasar: Ludi Tanarto Mendesak Penataan Instan agar Kota Batu Tetap Menarik
Trotoar Kartini Jadi Pasar: Ludi Tanarto Mendesak Penataan Instan agar Kota Batu Tetap Menarik

PSPK – 31 Mei 2026 | Kota Batu kini menjadi sorotan publik setelah Trotoar Jalan Kartini Berubah Jadi Pasar, Ludi Tanarto Desak Penataan Segera menjadi tajuk utama di media lokal. Trotoar yang sebelumnya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki di kawasan Alun‑Alun Batu kini dipenuhi kios semi permanen berbahan cor, besi, dan instalasi listrik seadanya. Kondisi tersebut mengubah ruang publik yang semestinya bebas diakses menjadi area perdagangan pribadi, menimbulkan keluhan dari warga dan pengunjung.

Situasi di Trotoar Kartini

Sejak awal tahun, pedagang mulai mendirikan lapak‑lapak kecil di trotoar Jalan Kartini. Kios‑kios tersebut tidak memiliki izin resmi, namun tetap beroperasi setiap hari. Akibatnya, pejalan kaki terpaksa berbagi ruang dengan barang dagangan atau harus menuruni badan jalan, meningkatkan risiko kecelakaan dan mengurangi kenyamanan wisatawan.

Reaksi Ludi Tanarto

Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, SP, menyatakan keprihatinannya dalam sebuah pertemuan di Balai Kota pada Kamis (28 Mei 2026). “Perlu penataan yang lebih bagus supaya nyaman untuk wisatawan,” tegasnya. Ludi menekankan bahwa aktivitas pedagang berlangsung setiap hari tanpa ada penertiban yang konsisten. Ia menilai dinas terkait di Pemkot Batu belum menunjukkan langkah, jadwal, maupun ketegasan yang jelas.

“Jika dibiarkan, citra Batu sebagai kota wisata bisa rusak. Trotoar yang semestinya fasilitas publik justru berisiko jadi pasar permanen,” ujarnya. Ludi menambahkan, masalah ini bukan sekadar estetika, melainkan soal fungsi ruang publik yang harus melayani semua warga.

Implikasi terhadap Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Kota Batu dikenal dengan keindahan alamnya, seperti air terjun Coban Rondo dan wisata kuliner khas. Alun‑Alun Batu menjadi titik awal banyak wisatawan yang ingin menjelajahi kota. Jika trotoar tetap beralih menjadi pasar tanpa regulasi, pengalaman pertama wisatawan dapat terganggu, berpotensi menurunkan jumlah kunjungan.

Di sisi lain, pedagang informal mengandalkan lokasi strategis tersebut untuk menghidupi keluarga. Penertiban yang terlalu keras tanpa menyediakan alternatif bisa menimbulkan konflik sosial. Oleh karena itu, Ludi Tanarto menekankan pentingnya solusi yang seimbang, melibatkan stakeholder seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta asosiasi pedagang.

Langkah Penataan yang Diusulkan

  • Mengidentifikasi kios yang beroperasi tanpa izin dan memberikan batas waktu untuk relokasi.
  • Menyediakan area pasar tertutup yang terpisah, dilengkapi fasilitas listrik dan sanitasi.
  • Menetapkan jadwal penertiban rutin dan mengawasi kepatuhan pedagang.
  • Menggandeng komunitas warga untuk memantau penggunaan trotoar dan melaporkan pelanggaran.
  • Mengoptimalkan desain trotoar dengan material anti‑selip dan pencahayaan yang memadai.

Harapan Warga dan Pemerintah

Warga Batu mengungkapkan harapan mereka agar trotoar kembali berfungsi sebagai ruang publik yang aman dan nyaman. Beberapa warga mengajukan usulan pembuatan jalur khusus sepeda dan tempat duduk bagi pejalan kaki. Sementara itu, pihak Pemkot Batu menyatakan akan menyusun rencana penataan dalam waktu tiga bulan ke depan, meski belum ada jadwal pasti.

“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah kota, asalkan ada komitmen yang jelas,” kata seorang pedagang yang tidak disebutkan namanya. Ia berharap ada tempat yang layak bagi para pedagang tanpa mengorbankan hak pejalan kaki.

Kesimpulan

Kasus Trotoar Jalan Kartini Berubah Jadi Pasar, Ludi Tanarto Desak Penataan Segera menegaskan pentingnya penataan ruang publik yang inklusif di kota wisata seperti Batu. Penertiban yang tegas namun adil dapat menjaga citra kota, melindungi keselamatan pejalan kaki, sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi pedagang informal. Diharapkan, dengan kolaborasi semua pihak, trotoar Kartini akan kembali berfungsi sebagai jalur pejalan kaki yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan pariwisata Kota Batu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *