PSPK – 21 Maret 2026 | Medan, 21 Maret 2026 – Malam takbiran Idul Fitri 1447 H di ibu kota Sumatera Utara disemarakkan oleh aksi solidaritas pemerintah daerah dan pusat. Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya bersama Gubernur Sumut, Bobby Nasution, melakukan takbiran keliling kota, menyapa pengendara ojek online, dan mencicipi mi rebus buatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Menurut keterangan yang disampaikan Teddy lewat unggahan Instagram @teddy_hq, kegiatan dimulai setelah kedatangan Gubernur Bobby di depan Masjid Agung Medan. Mereka berkeliling menelusuri jalan‑jalan utama, memberi salam takbir kepada warga, serta berfoto bersama para pengemudi ojek daring yang tengah menyiapkan diri menyambut hari raya.
Kebersamaan di Balik Takbiran
Selama perjalanan, Bobby dilaporkan merasa lapar. Teddy kemudian mengajaknya menghentikan sejenak untuk menikmati mi rebus yang dijual oleh pedagang UMKM Medan. “Keliling‑keliling terus beliau (Bobby) lapar, diajak makan apa tadi? Mi rebus UMKM,” ujar Teddy dalam keterangan resmi Sekretariat Kabinet. Momen tersebut menjadi sorotan media karena menonjolkan dukungan pemerintah terhadap usaha lokal di tengah perayaan Lebaran.
Tak hanya menikmati kuliner, duo pejabat ini juga menyalurkan bantuan sosial. Bobby Nasution menyatakan bahwa kegiatan pembagian sembako dilaksanakan atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Bantuan untuk masyarakat Sumatera Utara khususnya yang ada di Kota Medan dan sekitarnya. Ada sekitar 2.000 sampai 5.000 paket tadi yang dibagikan, kebetulan dibagikan di kantor gubernur,” kata Bobby saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Ribuan Paket Sembako Diberikan Langsung ke Masyarakat
Menurut laporan DetikNews, jumlah paket yang dibagikan mencapai 5.000 paket. Sementara sumber lain menyebutkan angka 2.500 paket, yang disiapkan khusus untuk warga dan driver ojek online yang menunggu di depan kantor gubernur. Semua paket berisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan mie instan, serta produk UMKM lokal yang turut mendukung perekonomian daerah.
Distribusi berjalan tertib, dengan petugas keamanan dan relawan membantu mengatur antrean. Warga menyambut baik bantuan tersebut, menganggapnya sebagai wujud kepedulian pemerintah pusat dan daerah dalam mengurangi beban biaya hidup menjelang Lebaran.
Reaksi Masyarakat dan Dampak Ekonomi Lokal
Pengunjung pasar tradisional dan pedagang UMKM di sekitar area pembagian menyampaikan rasa syukur atas kehadiran pejabat tinggi. “Kami sangat berterima kasih karena tidak hanya ada takbir, tapi juga bantuan makanan dan dukungan bagi usaha kecil kami,” ujar salah satu penjual mi rebus yang sempat melayani Teddy dan Bobby.
Para pengemudi ojek online, yang menjadi salah satu target utama bantuan, menilai aksi ini meningkatkan moral dan semangat kerja mereka menjelang hari raya. “Setelah menerima sembako, kami bisa menyiapkan diri untuk mengantar paket Lebaran ke pelanggan dengan tenang,” kata seorang pengemudi yang tidak mau disebutkan namanya.
Kesimpulan
Takbiran malam itu tidak hanya menjadi ritual keagamaan, melainkan juga ajang kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor ekonomi informal. Melalui aksi bersama Teddy dan Bobby, serta distribusi bantuan yang melibatkan ribuan paket sembako, Medan menyaksikan perpaduan antara nilai spiritual dan kepedulian sosial‑ekonomi. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi kota‑kota lain dalam menyongsong Idul Fitri yang lebih inklusif dan berdaya guna.












