PSPK – 31 Mei 2026 | Membludak, Pengunjung di Hari Kedua Idul Adha, Lapas Pangkalpinang Layani 628 Keluarga Warga Binaan menjadi sorotan utama pada Kamis, 28 Mei 2026, ketika ratusan keluarga datang untuk menjenguk para narapidana di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang. Suasana hangat dan sukacita menyelimuti area kunjungan, menandai perayaan Idul Adha yang sarat makna sosial.
Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha
Pada hari kedua Idul Adha, layanan kunjungan dibuka pukul 08.30 hingga 11.30 WIB. Total 628 anggota keluarga berhasil memasuki area khusus kunjungan untuk menyapa 157 warga binaan. Keluarga membawa berbagai hidangan tradisional seperti ketupat, lepet, rendang, ayam opor, serta kue-kue khas Lebaran, menciptakan suasana seperti di rumah.
Angka Pengunjung Membludak
Menurut data resmi, angka pengunjung pada hari kedua jauh melampaui perkiraan. Fenomena Membludak, Pengunjung di Hari Kedua Idul Adha, Lapas Pangkalpinang Layani 628 Keluarga Warga Binaan mencerminkan tingginya keinginan keluarga untuk tetap terhubung meski berada di balik tembok penjara. Pada hari pertama, layanan kunjungan ditunda karena rangkaian ibadah salat Id dan penyembelihan kurban yang melibatkan seluruh elemen Lapas.
Pengamanan Humanis dan Profesional
Pihak Lapas menanggapi lonjakan pengunjung dengan peningkatan pengawasan. Seluruh staf administrasi, regu keamanan, dan petugas medis dikerahkan untuk memastikan prosedur tetap ketat namun tetap bersahabat. “Kami mengedepankan pendekatan humanis, sehingga keamanan terjaga tanpa menghilangkan rasa kebersamaan,” ujar Kepala Lapas, Sugeng Indrawan.
Pernyataan Kepala Lapas
Sugeng Indrawan menegaskan bahwa layanan kunjungan pada Idul Adha merupakan wujud komitmen Lapas dalam memberikan hak kemanusiaan kepada narapidana. “Jarak dan tembok tidak boleh memutus tali kasih sayang. Oleh karena itu, kami berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan tetap menjaga keamanan secara humanis,” ujarnya dalam konferensi pers.
Dampak Sosial dan Rehabilitasi
Kunjungan keluarga memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi narapidana. Kontak langsung dengan orang terdekat dapat meningkatkan motivasi, menurunkan tingkat stres, dan memperkuat jaringan sosial yang esensial bagi reintegrasi ke masyarakat. Fenomena Membludak, Pengunjung di Hari Kedua Idul Adha, Lapas Pangkalpinang Layani 628 Keluarga Warga Binaan menjadi bukti nyata bahwa program kunjungan berperan positif dalam tujuan pemasyarakatan.
Secara keseluruhan, hari kedua Idul Adha di Lapas Pangkalpinang berhasil menyeimbangkan antara kebersamaan keluarga dan protokol keamanan. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara pimpinan, petugas, dan keluarga narapidana. Ke depan, diharapkan Lapas dapat terus mengoptimalkan layanan serupa, menjadikan hari raya sebagai momentum memperkuat ikatan sosial sekaligus mendukung proses rehabilitasi.












