PSPK – 29 Mei 2026 | Iduladha merupakan hari raya besar kedua dalam agama Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Dikenal pula sebagai Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji, momen sakral ini identik dengan penyembelihan hewan kurban dan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Simak 8 Perayaan Iduladha dari Berbagai Negara LPP RRI berikut ini untuk mengetahui betapa kayanya khazanah tradisi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap negara memiliki cara unik dalam merayakan hari besar ini, mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai keislaman dan budaya lokal yang kental.
Perayaan Iduladha dari berbagai negara menunjukkan bahwa meskipun esensi ibadah tetap sama, yakni mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT, ekspresi kegembiraan dan pelaksanaannya bisa sangat beragam. Berikut ulasan lengkap delapan negara dengan tradisi Iduladha yang menarik untuk disimak.
1. Maroko – Ied Kabir, Momen Pulang Kampung yang Mengharukan
Di Maroko, Iduladha dikenal dengan sebutan Ied Kabir atau Hari Raya Besar. Perayaan ini menjadi momen paling dinantikan oleh masyarakat Maroko, terutama bagi mereka yang merantau ke kota-kota besar. Tradisi pulang kampung atau mudik menjadi bagian tak terpisahkan dari Ied Kabir. Hampir setiap rumah tangga di Maroko melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT.
Yang menarik, setelah hewan kurban disembelih, dagingnya biasanya digantung selama satu hingga dua hari sebelum akhirnya disimpan di freezer untuk kemudian dimasak. Tradisi ini dipercaya memberikan cita rasa yang lebih baik pada daging sekaligus menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Maroko dalam mengolah makanan.
2. Bangladesh – Perayaan Tiga Hari dengan Pengawasan Ketat
Bangladesh termasuk negara yang sangat serius dalam merayakan Iduladha. Perayaan di negara Asia Selatan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, menjadikannya salah satu perayaan Iduladha terpanjang di dunia. Yang membuat Bangladesh unik adalah aturan ketat terkait pemilihan hewan kurban yang berlaku di negara tersebut.
Pemilihan hewan kurban diawasi langsung oleh para ahli yang memastikan kualitas hewan benar-benar diperhatikan. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dan masyarakat Bangladesh dalam menjaga standar kesehatan dan kebersihan daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat luas.
3. Pakistan – Gotong Royong dan Kepedulian Sosial
Iduladha di Pakistan ditandai dengan libur nasional selama empat hari penuh. Selama periode tersebut, banyak toko dan tempat usaha tutup karena aktivitas masyarakat lebih terfokus pada ibadah di masjid dan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Suasana kebersamaan sangat terasa di seluruh penjuru negeri.
Proses penyembelihan hewan kurban di Pakistan sering dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat. Semangat kebersamaan ini memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban kemudian dibagikan kepada fakir miskin sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi nilai utama perayaan Iduladha.
4. Jepang dan Korea Selatan – Iduladha Tanpa Tradisi Penyembelihan
Berbeda dengan negara-negara mayoritas Muslim lainnya, Jepang dan Korea Selatan memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam merayakan Iduladha. Kedua negara ini tidak memiliki tradisi penyembelihan hewan kurban secara umum, mengingat komunitas Muslim di sana merupakan minoritas.
Sebagai gantinya, umat Muslim di Jepang dan Korea Selatan biasanya memberikan sumbangan uang setelah melaksanakan salat Iduladha sebagai bentuk pengganti kurban. Menariknya, Iduladha juga tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional di kedua negara tersebut. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat umat Muslim untuk tetap merayakan hari raya dengan penuh kekhidmatan bersama komunitas mereka. Simak 8 Perayaan Iduladha dari Berbagai Negara LPP RRI ini membuktikan bahwa semangat Iduladha bisa hidup di mana pun, bahkan di negara-negara dengan populasi Muslim minoritas.
5. Arab Saudi – Pusat Perayaan Iduladha Dunia
Sebagai negara tempat berdirinya dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah, Arab Saudi menjadi pusat perayaan Iduladha terbesar di dunia. Setiap tahun, jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Arafah dan Mina untuk menunaikan rangkaian ibadah haji yang berpuncak pada Hari Raya Iduladha.
Kerajaan Arab Saudi melakukan pemotongan hewan kurban dalam jumlah sangat besar. Daging kurban tersebut tidak hanya didistribusikan kepada masyarakat lokal, tetapi juga dikirim ke berbagai negara Islam yang membutuhkan. Skala perayaan di Arab Saudi menjadikannya sebagai tolok ukur perayaan Iduladha di seluruh dunia. Inilah salah satu alasan mengapa Simak 8 Perayaan Iduladha dari Berbagai Negara LPP RRI menjadi informasi yang sangat penting bagi umat Muslim global.
6. Mesir – Eid-el-Kibr dengan Tradisi Silaturahmi
Di Mesir, Iduladha dikenal dengan nama Eid-el-Kibr. Setelah melaksanakan salat Id di pagi hari, masyarakat Mesir biasanya saling berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat. Tradisi silaturahmi ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.
Selain berkunjung, masyarakat Mesir juga aktif membagikan daging kurban kepada warga yang membutuhkan. Semangat berbagi dan peduli terhadap sesama menjadi inti dari perayaan Eid-el-Kibr di Negeri Para Firaun ini. Suasana kehangatan dan kekeluargaan begitu terasa di setiap sudut kota, dari Kairo hingga Alexandria.
7. Malaysia – Kemeriahan Dekorasi dan Tradisi Open House
Malaysia dikenal sebagai salah satu negara yang merayakan Iduladha dengan sangat meriah. Suasana hari raya di Malaysia terasa begitu kental berkat dekorasi bunga yang menghiasi sejumlah kawasan, terutama di wilayah-wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim. Keindahan dekorasi ini menambah kekhidmatan sekaligus kegembiraan perayaan.
Tradisi paling ikonik dari perayaan Iduladha di Malaysia adalah open house. Dalam tradisi ini, keluarga yang merayakan membuka rumah mereka untuk menerima kunjungan keluarga, kerabat, tetangga, bahkan teman dari berbagai latar belakang. Beragam hidangan khas hari raya disajikan, menjadikan open house sebagai wujud nyata keramahtamahan dan semangat inklusivitas masyarakat Malaysia.
8. Singapura – Bazar Makanan Menjelang Iduladha
Meski merupakan negara kecil dengan populasi Muslim minoritas, Singapura tetap merayakan Iduladha dengan cara yang khas dan semarak. Kawasan-kawasan bersejarah seperti Kampong Glam dan Geylang Serai dipenuhi bazar makanan menjelang hari raya. Bazar-bazar ini menjadi daya tarik utama bagi warga Muslim maupun non-Muslim.
Di bazar tersebut, banyak warga berburu bumbu masakan dan bahan makanan khas yang nantinya akan digunakan untuk memasak hidangan bersama keluarga di rumah. Suasana pasar yang ramai dan penuh warna menjelang Iduladha menjadi salah satu ciri khas perayaan hari raya di Singapura yang sulit ditemukan di negara lain.
Keanekaragaman yang Menyatukan Umat
Dari uraian Simak 8 Perayaan Iduladha dari Berbagai Negara LPP RRI di atas, tampak jelas bahwa perayaan Iduladha memiliki spektrum yang sangat luas. Mulai dari Maroko dengan tradisi pulang kampungnya, Bangladesh dengan pengawasan ketat hewan kurban, Pakistan dengan gotong royong warganya, hingga Jepang dan Korea Selatan yang merayakan dengan cara sederhana namun tetap khidmat.
Arab Saudi tampil sebagai pusat perayaan global, Mesir dengan tradisi silaturahminya, Malaysia dengan kemeriahan open house, dan Singapura dengan bazar makanan khasnya. Semua perayaan ini, meskipun berbeda dalam pelaksanaan, memiliki benang merah yang sama: semangat berkurban, berbagi, dan mempererat tali persaudaraan sesama manusia di hadapan Allah SWT.
Keberagaman tradisi ini justru menjadi bukti indahnya Islam sebagai agama yang universal. Nilai-nilai kebaikan, kepedulian sosial, dan pengorbanan yang terkandung dalam Iduladha tetap menjadi fondasi utama di mana pun perayaan ini diselenggarakan. Bagi umat Muslim di seluruh dunia, Simak 8 Perayaan Iduladha dari Berbagai Negara LPP RRI ini menjadi pengingat bahwa meskipun terpisah oleh jarak dan budaya, persaudaraan dalam iman tetap menyatukan mereka dalam satu ikatan yang tak terpisahkan.












