Project Seru Penuh Kejutan

LDII Banyuwangi Luncurkan Gerakan Menuju Pelaminan: Kemandirian & Ketahanan Mental Generasi Muda

June 1, 2026 • 0 Views
LDII Banyuwangi Luncurkan Gerakan Menuju Pelaminan: Kemandirian & Ketahanan Mental Generasi Muda
LDII Banyuwangi Luncurkan Gerakan Menuju Pelaminan: Kemandirian & Ketahanan Mental Generasi Muda

PSPK – 01 Juni 2026 | Banyuwangi – Menuju Pelaminan, LDII Banyuwangi Tanamkan Kemandirian dan Ketahanan Mental Generasi Muda menjadi tema utama dalam kegiatan yang diselenggarakan DPD LDII Kabupaten Banyuwangi pada Minggu, 31 Mei 2026 di Pantai Cemara, Kecamatan Muncar. Lebih dari 200 pemuda dan pemudi, mulai dari lulusan SMA hingga calon pengantin, berkumpul dalam rangka memperkuat kesiapan mental, spiritual, dan ekonomi sebelum menapaki jenjang pernikahan.

Semangat Kemandirian di Era Digital

Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi, KH Hariadji Sugito, menekankan pentingnya kemandirian sebagai fondasi utama. “Di era digital, tekanan sosial semakin kuat. Tanpa ketahanan mental dan spiritual, generasi muda mudah terombang-ambing,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemandirian tidak hanya soal pemahaman agama, tetapi juga kemampuan sosial dan ekonomi yang matang.

Persiapan Spiritual dan Mental

KH Hariadji mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan pernikahan sebagai sunah yang dianjurkan. Ia menyoroti perlunya menjaga batasan syariat, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pilihan hidup. “Jika ingin pasangan yang saleh, pertama jadilah pribadi yang saleh,” kata beliau, menegaskan bahwa jodoh adalah cerminan diri.

Program Edukatif dan Rekreatif

Ketua Pemuda LDII Banyuwangi, Suhariyanto, menjelaskan bahwa acara dirancang dengan konsep santai namun tetap berfokus pada tujuan utama. Berbagai permainan, sesi grill, dan diskusi interaktif menjadi bagian dari agenda, memberi ruang bagi peserta untuk belajar sambil bersosialisasi.

  • Workshop kemandirian ekonomi: strategi usaha kecil, pengelolaan keuangan pribadi.
  • Sesi konseling mental: teknik coping stress, mindfulness.
  • Dialog agama: pemahaman syariat dalam konteks pernikahan modern.

Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga praktik yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus pada Generasi Siap Mandiri (GSM)

Program khusus untuk jenjang usia mandiri (GSM) menekankan pada pembangunan usaha mandiri. Para pemuda dilatih cara memperoleh rezeki secara bertanggung jawab, sehingga siap secara finansial membangun rumah tangga. Suhariyanto menuturkan, “Banyak konten di media sosial yang menakutkan tentang pernikahan. Kami ingin mengubah narasi itu menjadi persiapan yang menyeluruh, lahir dan batin.”

Beberapa peserta bahkan melaporkan menemukan jodoh selama acara, yang kemudian berlanjut ke pernikahan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Menuju Pelaminan, LDII Banyuwangi Tanamkan Kemandirian dan Ketahanan Mental Generasi Muda bukan sekadar slogan, melainkan langkah konkret yang menghasilkan dampak positif.

Karakter Tri Sukses sebagai Pilar Keluarga

DPD LDII Banyuwangi menegaskan bahwa pembinaan generasi muda berlandaskan tiga pilar utama: berakhlakul karimah, alim‑faqih, dan mandiri. Ketiga nilai ini diharapkan menghasilkan keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Dengan menanamkan nilai‑nilai tersebut sejak dini, diharapkan generasi mendatang dapat menghadapi tantangan zaman dengan kepala tegak.

Acara berakhir dengan doa bersama dan harapan agar setiap peserta dapat melanjutkan perjalanan menuju pelaminan dengan keyakinan penuh. Keberhasilan program ini menjadi contoh bagi organisasi keagamaan lain dalam mengintegrasikan pendidikan mental, spiritual, dan ekonomi bagi generasi muda di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *