PSPK – 02 Juni 2026 | Ribuan jemaah haji Indonesia kembali menegaskan komitmen sosial mereka dengan menyalurkan dam haji Indonesia melalui program resmi Adadi pada tahun 2026. Sebanyak 135.000 jamaah menunaikan kewajiban dam secara terorganisir, menjadikan proses penyembelihan, distribusi, dan penyaluran daging lebih transparan serta terukur.
Koordinator Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi, M. Afief Mundzir, menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan pada Hari Tarwiyah, Senin 1 Juni 2026, di Mekkah. “Proses penyembelihan hewan dam pada Hari Tarwiyah berlangsung sangat lancar,” ujarnya. Menurut Afief, jalur resmi memberikan kepastian syariat bagi jemaah haji Indonesia sekaligus mengurangi potensi penyelewengan.
Program Adadi, yang dikelola oleh General Manager Hady dan Adadi Program, Seraj Mohammed Alfelali, berperan sebagai perantara antara jemaah dan lembaga distribusi. Seraj menegaskan kapasitas penyembelihan dapat mencapai 1,5 juta ekor hewan dam, meski fasilitas penyimpanan saat ini berada pada level 1,2 juta ekor. Hal ini memungkinkan penanganan pesanan tidak hanya untuk jemaah haji Indonesia, tetapi juga untuk jamaah haji internasional.
Berikut rangkuman data utama terkait pelaksanaan dam haji Indonesia tahun ini:
- Jumlah jemaah yang menunaikan dam: 135.000 orang.
- Jumlah total jemaah haji Indonesia yang telah menyelesaikan dam: 195.326 orang.
- Jemaah yang memilih lembaga resmi Indonesia: 53.506 orang.
- Jemaah yang menunaikan dam melalui puasa: sisanya.
Distribusi daging dam diarahkan khusus untuk membantu masyarakat di Palestina, sebagai wujud solidaritas kemanusiaan. Kementerian Agama menegaskan bahwa daging tersebut akan disalurkan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan, memperkuat hubungan persaudaraan antarumat Islam.
Adadi mengimplementasikan sistem modern terintegrasi dalam setiap tahap, mulai dari pemotongan hingga pengemasan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi. Setiap paket daging dilengkapi dengan label yang mencantumkan asal hewan, tanggal penyembelihan, dan nomor batch, memudahkan pelacakan hingga ke titik akhir distribusi.
Pengelolaan dana dam haji Indonesia juga berada dalam pengawasan ketat. Setiap kontribusi jemaah dicatat secara digital, dan laporan keuangan dipublikasikan secara periodik untuk menjamin akuntabilitas. Keterbukaan ini menjadi nilai tambah bagi jemaah yang mengutamakan kepercayaan terhadap lembaga resmi.
Secara logistis, proses penyaluran daging dimulai dari Mekkah, kemudian diangkut ke Madinah untuk tahap penyimpanan sementara. Dari sana, daging dikirim ke pelabuhan Jeddah, lalu melanjutkan perjalanan ke bandara internasional untuk distribusi akhir. Seluruh rantai pasok dipantau oleh tim khusus yang berkoordinasi dengan otoritas kesehatan setempat.
Selain aspek kemanusiaan, pelaksanaan dam haji Indonesia juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak di Arab Saudi. Permintaan tinggi terhadap hewan dam meningkatkan pendapatan peternak lokal, sekaligus menstimulasi industri pengolahan daging di wilayah tersebut.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah Indonesia, otoritas haji Arab Saudi, serta lembaga-lembaga terkait di kedua negara. Koordinasi yang baik memastikan bahwa setiap langkah, mulai dari pemilihan hewan hingga penyaluran daging, berjalan sesuai standar syariah dan regulasi internasional.
Dengan pencapaian ini, diharapkan jemaah haji Indonesia pada tahun-tahun berikutnya dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam dam haji Indonesia, memperluas jaringan distribusi, serta memperkuat solidaritas dengan saudara-saudara di Palestina. Upaya berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa ibadah haji tidak hanya melibatkan ritual spiritual, tetapi juga tanggung jawab sosial yang nyata.
Secara keseluruhan, pelaksanaan dam haji Indonesia melalui program Adadi tahun 2026 menunjukkan bahwa tata kelola layanan haji dapat berjalan aman, akuntabel, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi negara lain dalam mengelola program serupa, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap kemanusiaan.












