PSPK – 26 Maret 2026 | Putri Fadhilah Arman, mahasiswi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang menempuh program Pengobatan Tradisional angkatan 2025, harus menunda rencana pulang ke kampung halaman pada Hari Raya Idulfitri 2026. Jarak ribuan kilometer dan jadwal akademik yang padat membuatnya memutuskan untuk tidak mudik ke Kota Tanjung, Kalimantan Selatan.
Alih‑alihnya, Putri memilih menghabiskan hari kemenangan bersama nenek dari pihak ayahnya yang tinggal di Ngawi, Jawa Timur. Di sana, ia tidak sendirian; dua sepupu yang juga menempuh kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta menemani. Ketiganya, sebagai mahasiswa perantau, merasakan keterbatasan libur kuliah yang membuat mereka tak dapat kembali ke rumah masing‑masing.
Suasana Idulfitri di rumah nenek tetap hidup meski jauh dari orang tua. Kebersamaan antar sepupu menjadi penopang emosional, menambah kehangatan di tengah kerinduan akan kampung halaman. Mereka merayakan dengan kesederhanaan, menjaga tradisi, namun tetap mengisi hari dengan makna.
Walaupun menemukan tempat berlindung sementara, Putri tak dapat melupakan aroma masakan khas Kalimantan, tradisi sungkeman, serta keramaian tetangga yang biasa menghiasi perayaan di Kota Tanjung. Kenangan‑kenangan itu menjadi bagian penting yang dirindukan.
Meski tidak berada di kampung, Putri mengungkapkan rasa syukur dapat merayakan Idulfitri bersama nenek dan sepupu di Jawa. Bagi dirinya, esensi Idulfitri tidak berkurang karena lokasi perayaan berubah. Ia menutup hari dengan harapan agar seluruh anggota keluarga diberi kesehatan dan dapat berkumpul kembali pada Lebaran‑lebaran mendatang.












