Project Seru Penuh Kejutan

Diplomasi Rasa: Kemendag Bongkar Hambatan Ekspor 360 Ribu Porsi Makanan Indonesia untuk Jemaah Haji di Arab Saudi

May 22, 2026 • 0 Views
Diplomasi Rasa: Kemendag Bongkar Hambatan Ekspor 360 Ribu Porsi Makanan Indonesia untuk Jemaah Haji di Arab Saudi
Diplomasi Rasa: Kemendag Bongkar Hambatan Ekspor 360 Ribu Porsi Makanan Indonesia untuk Jemaah Haji di Arab Saudi

PSPK – 22 Mei 2026 | Dalam sebuah langkah strategis yang menggabungkan diplomasi perdagangan dan pelayanan jemaah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil membuka jalan bagi ekspor ratusan ribu porsi makanan siap saji ke Arab Saudi. Upaya Kemendag bantu hambatan ekspor makanan siap saji untuk jemaah calon haji di Arab Saudi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memastikan pasokan nutrisi bagi jutaan jemaah Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji pada musim 1447 Hijriah.

360 Ribu Porsi Makanan Khas Indonesia Siap Saji di Tanah Suci

Kementerian Perdagangan secara aktif memfasilitasi kelancaran ekspor produk makanan siap saji dari Indonesia ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan jemaah calon haji asal Tanah Air. Dalam proses ini, Kemendag mengawal ekspor yang dilakukan oleh PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT HATI) yang mengirimkan hampir 360 ribu porsi makanan siap saji.

Produk-produk yang diekspor merupakan makanan khas Indonesia yang sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Nusantara, antara lain:

  • Nasi sapi lada hitam
  • Nasi daging balado
  • Nasi gulai ayam
  • Nasi opor ayam
  • Nasi semur ayam
  • Semur daging
  • Rendang daging
  • Daging balado

Seluruh produk tersebut telah mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta sertifikasi kesehatan atau health certificate dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Hal ini menjamin bahwa setiap porsi makanan yang sampai ke tangan jemaah telah memenuhi standar keamanan dan kehalalan yang ketat.

Strategi Jitu Kemendag Atasi Hambatan Ekspor

Proses ekspor makanan ke Arab Saudi bukanlah perkara sederhana. Berbagai regulasi dan prosedur di kedua negara harus dilalui dengan cermat. Untuk mengatasi kendala tersebut, Kemendag menempuh sejumlah strategi yang terkoordinasi dan sistematis.

Atase Perdagangan Republik Indonesia di Riyadh, Zulvri Yenni Zulvri, menjelaskan bahwa strategi yang ditempuh meliputi percepatan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B di Indonesia, mendorong penyingkatan durasi pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA), hingga mempercepat proses bea dan cukai di Arab Saudi.

“Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji,” ujar Zulvri.

Hasil dari upaya tersebut terlihat nyata. Produk-produk makanan siap saji tersebut kini telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi barang di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Keberhasilan ini menandai babak baru dalam diplomasi perdagangan Indonesia di Timur Tengah.

Kebutuhan Makanan Jemaah Haji Capai Jutaan Porsi

Menurut data yang diungkapkan Zulvri, kebutuhan makanan siap saji bagi jemaah calon haji Indonesia setiap tahunnya tergolong sangat besar. Semakin bertambahnya jumlah jemaah calon haji dari Indonesia secara langsung berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan pasokan makanan.

“Kebutuhan makanan siap saji bagi jemaah calon haji Indonesia mencapai minimal 1 juta porsi setiap musimnya. Kondisi itu menuntut kelancaran distribusi dan kepastian pasokan,” jelasnya.

Angka tersebut menunjukkan betapa krusialnya peran Kemendag dalam memastikan setiap jemaah mendapatkan asupan makanan yang layak, bergizi, dan sesuai dengan selera mereka selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Bayangkan, jutaan jemaah yang rindu cita rasa Indonesia harus tetap terpenuhi kebutuhan kulinernya demi menjaga stamina dan kesehatan selama rangkaian ibadah haji.

Diplomasi Halal: Memperkuat Penetrasi Produk Indonesia di Pasar Arab Saudi

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan jemaah, upaya Kemendag bantu hambatan ekspor makanan siap saji untuk jemaah calon haji di Arab Saudi ini juga memiliki dimensi strategis yang lebih luas. Kemendag melihat peluang besar untuk memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia di pasar Arab Saudi.

Arab Saudi merupakan salah satu pasar produk halal terbesar di dunia. Dengan populasi yang mayoritas Muslim dan kedatangan jutaan jemaah haji serta umrah setiap tahunnya, permintaan terhadap makanan halal berkualitas tinggi terus meningkat.

“Kemendag memfasilitasi dalam mengawal kelancaran ekspor makanan siap saji juga merupakan upaya memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Komitmen ini terus akan dilanjutkan untuk haji tahun berikutnya,” imbuh Zulvri.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak hanya berpikir jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang untuk menjadikan produk makanan Indonesia sebagai pilihan utama di kawasan Teluk.

Menuju Musim Haji 1447 Hijriah dengan Kesiapan Maksimal

Keberhasilan ekspor perdana 360 ribu porsi makanan siap saji ini menjadi langkah awal yang menggembirakan. Dengan total kebutuhan yang mencapai minimal 1 juta porsi, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memastikan seluruh jemaah terlayani.

Namun, dengan mekanisme yang telah terbukti efektif — mulai dari percepatan dokumen, koordinasi dengan otoritas setempat, hingga percepatan proses bea cukai — harapan untuk memenuhi seluruh kebutuhan makanan jemaah tampak semakin realistis.

Upaya Kemendag bantu hambatan ekspor makanan siap saji untuk jemaah calon haji di Arab Saudi ini juga menjadi sinyal positif bagi para eksportir makanan Indonesia lainnya. Peluang pasar yang terbuka lebar di Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya menanti untuk digarap dengan serius.

Kesimpulan

Kiprah Kementerian Perdagangan dalam mengatasi hambatan ekspor makanan siap saji ke Arab Saudi merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi warganya. Dari 360 ribu porsi yang telah berhasil diekspor, hingga target minimal 1 juta porsi yang harus dipenuhi, setiap langkah yang diambil Kemendag membuktikan bahwa diplomasi perdagangan dapat berjalan beriringan dengan pelayanan kemanusiaan.

Ketika jemaah haji Indonesia menikmati nasi rendang atau opor ayam di tengah padang pasir Arab Saudi, di balik setiap porsi tersebut tersembunyi kerja keras para diplomat perdagangan, petugas bea cukai, dan berbagai pihak yang berkolaborasi demi satu tujuan: memastikan jemaah Indonesia merasa seperti di rumah sendiri, meskipun beribu-ribu kilometer jauhnya dari Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *