PSPK – 31 Mei 2026 | Menengok Geliat Tani di Tegineneng, Saat Jagung Melimpah dan Harapan Petani Membumbung Tinggi menjadi sorotan utama pada Sabtu (30/05/2026) pagi, ketika hamparan daun jagung kering berpadu dengan kuning keemasan tongkol yang siap petik di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Keriuhan memecah kesunyian desa saat para petani berkumpul penuh suka cita dalam rangka Panen Raya Jagung yang digelar oleh Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI).
Latar Belakang Panen Raya Jagung
Acara ini tidak hanya sekadar perayaan, melainkan manifestasi hasil kerja keras selama berbulan‑bulan. Aroma khas jagung segar yang baru dipetik langsung menyebar, mengiringi langkah tokoh daerah termasuk Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Wanda Arista, S.H. Kehadiran wakil rakyat di lapangan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyentuh langsung denyut nadi kehidupan agraris masyarakat.
Peran DPRD dan Dukungan Pemerintah
Wanda Arista menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kepedulian nyata terhadap petani. “Saya hadir bukan hanya sebagai anggota DPRD, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap para petani. Mereka selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat kita,” ujarnya kepada Krakatoa.id.
Ia menambahkan bahwa panen raya ini menjadi bukti konkret potensi lahan di Tegineneng. “Panen raya kemarin menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Kecamatan Tegineneng memiliki potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, kita semua harus terus mendukung potensi ini bersama‑sama,” kata Wanda. Penghargaan terhadap modal sosial—semangat gotong‑royong yang masih kuat—juga menjadi sorotan. Tanpa kerja sama antara petani, panitia GNTI, dan warga sekitar, agenda besar ini tidak akan berjalan semeriah sekarang.
Tantangan dan Harapan Kedepan
Meski hasil panen jagung (Jagung Tegineneng) melimpah, tantangan tetap ada. Masalah ketersediaan pupuk, sistem irigasi, serta stabilitas harga pasar menjadi faktor penghambat kesejahteraan petani. Wanda berharap kolaborasi strategis seperti yang dilakukan GNTI dapat berlanjut secara konsisten.
- Pupuk: perlu kebijakan subsidi dan distribusi tepat waktu.
- Pengairan: pembangunan jaringan irigasi skala kecil hingga menengah.
- Stabilitas Harga: mekanisme pasar yang melindungi petani dari fluktuasi ekstrem.
Harapan Wanda jelas: “Ke depan pertanian di daerah kita semakin maju, hasil panen meningkat, dan kesejahteraan petani semakin baik.” Pandangan ini sejalan dengan aspirasi para petani yang pulang membawa karung‑karung jagung, memikul harapan baru untuk kehidupan yang lebih mapan.
Secara keseluruhan, panen raya jagung di Tegineneng tidak hanya menandai keberhasilan agrikultur lokal, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi berbasis pertanian yang berkelanjutan. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, lembaga swadaya, dan sektor swasta akan menjadi kunci untuk mengubah momentum ini menjadi pertumbuhan jangka panjang.
Dengan hamparan ladang yang masih luas dan semangat petani yang tak padam, Tegineneng berada di jalur yang tepat untuk menjadi lumbung pangan strategis di Provinsi Lampung.












