PSPK – 23 April 2026 | Kasus pemotongan honor anggota Linmas di Kelurahan Tamansari, Cilegon, kembali menjadi sorotan publik setelah seorang anggota mengungkapkan penurunan pendapatan yang signifikan setelah hampir enam belas tahun mengabdi.
Hermawan, salah satu anggota Linmas yang telah bertugas sejak 2010, menyampaikan bahwa honor bulan ini hanya Rp150.000, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp200.000. “Tidak ada pemberitahuan resmi, tiba‑tiba saja dipangkas,” ujarnya melalui telepon pada Selasa, 21 April 2026.
Dengan empat anak dan seorang istri, Hermawan mengaku mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia harus mencari pekerjaan serabutan, mulai dari mengantar barang hingga membantu pedagang, dengan pendapatan harian yang bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp70.000.
Anggota Linmas menuntut agar Pemerintah Kota Cilegon, khususnya Wali Kota, meningkatkan honor agar dapat mencukupi kebutuhan keluarga. “Kami mohon agar gaji Linmas ada peningkatan,” tegasnya.
Selain pemotongan, Hermawan menyoroti keterlambatan pembayaran honor yang seringkali keluar di pertengahan atau akhir bulan, menambah beban finansial anggota.
Kasi Pemerintahan dan Trantibum Kelurahan Tamansari, Akhmad Zulkarnaen, menegaskan pentingnya pemberdayaan Linmas. Ia menyatakan bahwa honor harus dinaikkan serta perlengkapan seperti seragam harus disediakan, mengingat Linmas berada di garis depan kegiatan masyarakat.
Berbagai kegiatan yang melibatkan Linmas antara lain:
- Membersihkan saluran air
- Menebang pohon yang mengganggu
- Penanganan banjir dan bencana alam
- Mengawasi keamanan lingkungan
Saat ini, jumlah anggota Linmas di Tamansari diperkirakan sekitar 50 orang, namun honor yang diterima masing‑masing hanya Rp150.000 per bulan, dinilai jauh di bawah standar kelayakan.
Akhmad menambahkan, “Linmas adalah ujung tombak dalam pelayanan publik, sehingga honor mereka harus mencerminkan peran vital tersebut.”










