PSPK – 01 April 2026 | Pergerakan Harga Batu Bara Acuan (HBA) pada awal April 2026 tidak menunjukkan pola tunggal. Data terbaru mengindikasikan penurunan pada batu bara berkalori tinggi serta kenaikan terbatas pada segmen berkalori menengah‑rendah.
Batu bara dengan nilai kalori 6.322 kcal/kg mengalami penurunan 3,05 % dan tercatat pada US$99,87 per ton. Sebaliknya, batu bara berkalori 5.300 kcal/kg naik menjadi US$72,28 per ton, 4.100 kcal/kg berada pada US$49,99 per ton, dan 3.400 kcal/kg mencapai US$35,23 per ton. Kenaikan pada segmen ini mencerminkan permintaan yang masih stabil dari negara‑negara berkembang yang mengandalkan batu bara sebagai sumber energi utama.
Di pasar logam, Harga Mineral Acuan (HMA) pada periode yang sama cenderung melemah. Harga nikel turun ke US$17.092,67 per dmt, sementara kobalt hanya mengalami koreksi tipis. Logam lain seperti timbal dan seng juga mengalami penurunan seiring melambatnya aktivitas industri global.
Aluminium menjadi satu‑satunya komoditas logam yang mencatatkan kenaikan, dengan harga mencapai US$3.371,97 per dmt. Harga tembaga tetap berada di kisaran US$12.958 per dmt, dipengaruhi oleh prospek permintaan dari sektor manufaktur dan energi.
Analis pasar menilai pola ini selaras dengan laporan Bloomberg dan Reuters yang menyoroti ketidakpastian ekonomi dunia, perlambatan industri di beberapa ekonomi besar, serta penyesuaian permintaan energi dan logam. Akibatnya, pergerakan harga komoditas menjadi lebih selektif, bergantung pada fundamental masing‑masing.












