PSPK – 21 April 2026 | Harga emas menunjukkan kenaikan tipis pada Selasa, 21 April 2026, dengan harga 1 gram mencapai Rp2.880.000 sebelum pajak, atau Rp2.887.200 setelah dikenakan PPh 0,25%. Kenaikan ini mencerminkan minat kuat investor terhadap logam mulia sebagai aset safe‑haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Daftar Harga Emas Batangan
| Ukuran (gram) | Harga (Rupiah) | Harga + PPh (Rupiah) |
|---|---|---|
| 0,5 | 1.490.000 | 1.493.725 |
| 1 | 2.880.000 | 2.887.200 |
| 2 | 5.700.000 | 5.714.250 |
| 3 | 8.525.000 | 8.546.313 |
| 5 | 14.175.000 | 14.210.438 |
| 10 | 28.295.000 | 28.365.738 |
| 25 | 70.612.000 | 70.788.530 |
| 50 | 141.145.000 | 141.497.863 |
| 100 | 282.212.000 | 282.917.530 |
| 250 | 705.265.000 | 707.028.163 |
| 500 | 1.410.320.000 | 1.413.845.800 |
| 1.000 | 2.820.600.000 | 2.827.651.500 |
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Pergerakan harga emas domestik biasanya selaras dengan tren global. Kebijakan moneter bank sentral utama, terutama keputusan suku bunga Federal Reserve di Amerika Serikat, menjadi penentu utama. Suku bunga yang tinggi cenderung menekan harga emas, namun ketidakpastian ekonomi dan geopolitik tetap mendukung permintaan. Di dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berperan; pelemahan rupiah dapat mendorong harga emas lokal naik meski harga emas dunia relatif stagnan.
Prospek ke Depan
Investor diperkirakan akan terus memantau indikator inflasi global, kebijakan suku bunga, serta dinamika geopolitik. Selama ketidakpastian ekonomi berlanjut, emas dipandang sebagai lindung nilai yang menarik, terutama bagi mereka yang mengutamakan perlindungan daya beli jangka panjang.












