PSPK – 28 Maret 2026 | JAKARTA — Di tengah perayaan Idul Fitri 1447 H, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Pondok Pesantren Annajah Dawar, Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (27/3/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga sarana penyampaian pesan persatuan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada rakyat melalui tangan wakilnya.
Sesampainya di pesantren, Gibran disambut oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan, Lurah Manggis, Galih Hadisaputra, serta Koordinator Ponpes Annajah Dawar, Sumanto. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pengasuh Ponpes, KH Abdul Hamid Zuhri, yang didampingi Nyai Ngatmi, Gus Umar, dan Gus Faruq. Dialog hangat diwarnai doa bersama, ucapan selamat Idul Fitri, serta diskusi tentang peran strategis pesantren dalam menjaga keharmonisan sosial.
Pesan Jokowi tentang Persatuan
Gibran menegaskan bahwa ia menyampaikan arahan langsung dari Presiden Jokowi, yang menekankan bahwa “kerukunan adalah kunci kekuatan bangsa”. Menurut Gibran, Jokowi mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas, khususnya di masa-masa dinamika global yang penuh tantangan, termasuk konflik di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik lainnya.
“Presiden menekankan bahwa Indonesia tetap harus menjadi contoh negara yang bersatu, toleran, dan kompak. Pesan ini kami sampaikan lewat pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat di pesantren,” ujar Gibran dalam sambutannya.
Kerukunan Sebagai Pilar Kekuatan Nasional
Sumanto, koordinator pesantren, menambahkan bahwa pesan Jokowi selaras dengan visi pemerintah untuk menumbuhkan nilai kebersamaan di antara warga. “Kami di pesantren berkomitmen menanamkan nilai kerukunan pada generasi muda. Pesan Wapres sangat tepat; di tengah konflik dunia, Indonesia harus tetap menjaga harmoni antarwarga,” ujarnya.
Gibran juga menyoroti peran penting pesantren dalam edukasi moral dan sosial. Ia mengajak pesantren untuk terlibat aktif dalam program pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, serta pengadaan rumah haji. Selain itu, Gibran mengusulkan agar pesantren mulai mengintegrasikan pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotika, menyiapkan santri untuk tantangan masa depan.
Kunjungan Lintas Kabupaten
Sebelum tiba di Boyolali, Gibran telah mengunjungi Masjid Chodijah Ngadiluwih di Karanganyar pada Kamis (26/3/2026), serta Ponpes Walisongo di Sragen. Di Karanganyar, ia bertemu Ketua PCNU Karanganyar, KH Nuril Huda, dan menyinggung isu strategis nasional, termasuk pelaksanaan ibadah haji yang lancar. Di Sragen, Gibran memaparkan program prioritas pemerintah, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pesantren dalam memperkuat pendidikan agama serta mengembangkan teknologi.
Setelah menyelesaikan agenda di Ponpes Annajah Dawar, Gibran melanjutkan kegiatan ke Masjid Jami’ Baitul Muslimin, sekitar 400 meter dari lokasi, untuk menunaikan salat Jumat bersama jamaah. Kunjungan ini menegaskan konsistensi Gibran dalam mempraktikkan nilai kebersamaan yang ia sampaikan.
Respon Masyarakat
Warga setempat menanggapi kedatangan Wapres dengan antusias. Ispari, seorang warga Mojosongo, mengungkapkan rasa bahagia dapat bertemu langsung dengan Gibran. “Mas Gibran adalah sosok yang dekat dengan rakyat. Kinerjanya sudah terlihat sejak menjadi Wali Kota Solo,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kunjungan Gibran ke Ponpes Annajah Dawar berhasil mengukuhkan pesan persatuan yang diusung Jokowi, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan santri dalam menjaga kerukunan umat. Harapannya, semangat kebersamaan ini akan terus berlanjut, menjadikan Indonesia lebih tangguh menghadapi tantangan global.










