PSPK – 08 Maret 2026 | Pada 5 Maret 2026, Institut Teknologi Bandung menjadi tuan rumah peluncuran buku “Politik, Keadilan Sosial dan Kemandirian Bangsa” karya Syahganda Nainggolan. Acara tersebut dihadiri oleh akademisi, aktivis, dan tokoh publik, serta menjadi arena bagi diskusi mengenai demokrasi, pembangunan nasional, dan tantangan global.
Dalam pidato penutupnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat sipil sebagai landasan utama keberhasilan agenda pembangunan. Ia mengajak warga memberikan ruang bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam pelaksanaan program strategis negara, sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari durasi kinerja pemerintah, melainkan dari kemampuan bersama menjaga kohesi sosial.
Ratu Nisya Yulianti, aktivis perempuan sekaligus mahasiswa pascasarjana komunikasi politik, menanggapi pesan tersebut sebagai bentuk komunikasi politik yang menegaskan kebutuhan konsolidasi nasional. Menurutnya, semangat persatuan yang disampaikan Sufmi Dasco merupakan pengingat akan pentingnya kohesi sosial kuat dalam rangka nation‑building dan stabilitas nasional.
- Dalam konteks geopolitik yang tidak pasti, persatuan menjadi prasyarat utama bagi kebijakan pemerintah untuk berjalan efektif.
- Generasi muda, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, diharapkan membuka dialog konstruktif dan memberi kesempatan kepada pemerintahan untuk melaksanakan agenda pembangunan.
- Visi Asta Cita memerlukan stabilitas politik serta dukungan sosial agar dapat direalisasikan secara optimal.
Ratu Nisya menambahkan bahwa pemuda harus menjadi agen perubahan yang matang secara politik, mampu menilai kebijakan secara objektif, serta menyuarakan kritik dalam bingkai semangat kebangsaan. Forum akademik seperti peluncuran buku di ITB menjadi contoh penting bagaimana ruang intelektual dapat menyatukan berbagai gagasan politik tanpa mengorbankan nilai kebangsaan.
Secara keseluruhan, pesan persatuan yang disampaikan selaras dengan nilai‑nilai Pancasila. Pembangunan nasional hanya dapat berjalan optimal bila seluruh elemen bangsa menghindari polarisasi berlebih dan tetap mengedepankan semangat kebersamaan.










