PSPK – 17 Maret 2026 | Beredar rumor bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meninggal dunia setelah serangan udara yang diduga dilancarkan Iran. Berita ini menyebar cepat di platform X, Facebook, dan berbagai kanal daring, memicu kepanikan dan perdebatan luas.
Rumor Kematian Netanyahu Menyebar di Media Sosial
Isu kematian Netanyahu mulai muncul pada 10 Maret setelah sang pemimpin tidak tampil di depan publik pasca serangan ke Iran pada akhir Februari. Pada 14 Maret, spekulasi memuncak ketika sebuah video yang diklaim berasal dari kantor perdana menteri menampilkan gambar yang diperdebatkan sebagai hasil kecerdasan buatan (AI). Beberapa netizen melaporkan bahwa dalam video tersebut, tangan Netanyahu tampak memiliki enam jari, sebuah kesalahan yang sering dikaitkan dengan manipulasi AI.
Klaim Palsu Putin di X
Di tengah heboh tersebut, sebuah postingan di akun X yang meniru profil Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan, “Netanyahu was killed in an airstrike. We are saddened to hear the news of Netanyahu’s death. May his soul rest in peace.” Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa akun tersebut adalah @MrputinSpoof, sebuah akun parodi yang kini telah ditangguhkan. Tidak ada bukti bahwa Putin memiliki akun media sosial pribadi, sehingga klaim tersebut jelas merupakan hoaks yang menyebar lewat platform daring.
Video “Ngopi” Netanyahu dan Kontroversi AI
Untuk menepis rumor kematian, pada 15 Maret 2026 Netanyahu mengunggah video singkat di platform X yang memperlihatkan dirinya sedang membeli kopi di sebuah kafe. Dalam video itu ia mengangkat tangan, menegaskan bahwa ia memiliki lima jari, sekaligus melontarkan lelucon ringan tentang kegemarannya pada kopi dan rakyat Israel. Meskipun video tersebut diklaim resmi, sejumlah analis menemukan indikasi penyuntingan, termasuk perubahan tanggal pada layar mesin kasir. Pemeriksa fakta dari chatbot AI Grok menegaskan bahwa klaim enam jari adalah ilusi visual akibat bayangan atau sudut tangan, bukan bukti manipulasi AI.
Pernyataan Resmi Kantor Perdana Menteri
Kantor Perdana Menteri Israel secara tegas menyatakan bahwa laporan mengenai kematian Netanyahu adalah “berita palsu” dan menegaskan bahwa sang pemimpin berada dalam kondisi sehat. Pihak kantor menambahkan bahwa video “ngopi” adalah rekaman terkini yang menunjukkan keberadaan Netanyahu di luar Istana, sekaligus menolak segala spekulasi yang tidak berdasar.
Analisis Dampak dan Kesimpulan
Kombinasi rumor kematian, klaim palsu dari akun tiruan Putin, serta video yang dipertanyakan keasliannya menciptakan lanskap informasi yang kacau. Kasus ini menegaskan pentingnya verifikasi fakta oleh media dan publik sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Selama situasi geopolitik yang tegang, penyebaran hoaks dapat memperburuk ketegangan regional dan memicu reaksi yang tidak proporsional.
Secara keseluruhan, hingga saat ini tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim kematian Netanyahu. Pemerintah Israel terus menegaskan keadaan baik sang perdana menteri, sementara pihak berwenang menasihati masyarakat untuk berhati-hati terhadap konten yang tampak mencurigakan, terutama yang mengatasnamakan tokoh internasional atau mengandung elemen manipulasi digital.










