PSPK – 17 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghabiskan lebih dari dua jam berbincang dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron, pada kunjungan kerjanya ke Paris pada 13-14 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di Istana Elysee itu tidak hanya membahas kerja sama bilateral, melainkan juga menyoroti agenda strategis di bidang energi, investasi, serta pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Suasana Hangat di Ulang Tahun Seskab Teddy
Di sela-sela agenda resmi, Prabowo turut merayakan ulang tahun Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang bertepatan dengan kunjungan ke Paris. Perayaan yang sederhana namun penuh keakraban ini terekam dalam sebuah video yang dibagikan oleh Sekretaris Pribadi Presiden, Agung Suherman, melalui kanal media sosial resmi. Pada video tersebut terlihat Prabowo, Teddy, dan sejumlah pejabat kabinet menyanyikan lagu ulang tahun sambil meniup lilin pada kue yang dibawa oleh ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, yang juga hadir sebagai tamu istimewa.
Acara berlangsung di Four Seasons Hotel George V, sebuah hotel mewah yang terletak di kawasan Champs‑Élysées. Hotel ini dipilih sebagai tempat akomodasi rombongan karena fasilitasnya yang lengkap dan standar pelayanan internasional. Menurut laporan internal, tarif menginap per malam di hotel tersebut mencapai sekitar USD 1.200, termasuk sarapan dan layanan konferensi yang digunakan untuk rapat-rapat kecil selama kunjungan.
Agenda Energi dan Ekonomi Menjadi Fokus Utama
Pembicaraan antara Prabowo dan Macron menitikberatkan pada diversifikasi sumber energi serta peningkatan investasi di sektor energi terbarukan. Prabowo menekankan pentingnya kerjasama dalam pengembangan teknologi hidrogen hijau, yang dianggap memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil. Macron menanggapi dengan menyoroti rencana Prancis untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga 40 persen pada tahun 2030, serta kesiapan perusahaan energi Prancis untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek di Indonesia.
Selain energi, kedua pemimpin juga membahas peluang investasi di bidang infrastruktur, manufaktur, serta digital economy. Prabowo menekankan bahwa Indonesia membuka pintu lebar bagi investor asing yang ingin berpartisipasi dalam program pembangunan jalur kereta cepat, pelabuhan modern, dan zona ekonomi khusus. Macron menanggapi dengan mengusulkan skema pembiayaan bersama serta transfer teknologi untuk mempercepat realisasi proyek‑proyek strategis tersebut.
Ruang Lingkup Pertemuan dengan Sufmi Dasco Ahmad
Setelah kembali ke Jakarta, Prabowo menerima kunjungan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, di Istana Merdeka pada 16 April 2026. Pertemuan empat mata ini dipimpin oleh Teddy Indra Wijaya, yang menyampaikan rangkuman hasil kunjungan luar negeri Prabowo serta laporan Dasco mengenai situasi politik, keamanan, dan ekonomi dalam negeri. Dalam rapat tersebut, Dasco menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mengimplementasikan kebijakan energi baru yang dibahas dengan Macron.
Menurut Teddy, Dasco juga menyampaikan masukan mengenai fungsi legislasi DPR dalam memperkuat regulasi energi, mempercepat perizinan investasi, serta memastikan transparansi dalam proyek‑proyek strategis. Diskusi ini memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan parlemen dalam rangka menyiapkan landasan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Implikasi Kebijakan dan Harapan ke Depan
Kerja sama yang dibahas selama pertemuan Prabowo‑Macron diharapkan dapat menghasilkan beberapa kesepakatan konkret, antara lain:
- Pembentukan joint venture antara perusahaan energi Indonesia dan Prancis untuk pengembangan hidrogen hijau di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
- Transfer teknologi dan pelatihan tenaga kerja dalam bidang energi terbarukan dan digitalisasi industri.
- Pembiayaan bersama proyek infrastruktur strategis melalui skema pembiayaan hijau (green financing) yang melibatkan bank-bank multinasional.
- Peningkatan kapasitas riset dan pengembangan (R&D) di bidang energi bersih melalui program beasiswa dan kolaborasi universitas.
Selain itu, pertemuan dengan Dasco menegaskan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan masukan legislatif dalam kebijakan energi, sehingga dapat mempercepat implementasi program transisi energi nasional. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara eksekutif, legislatif, dan sektor swasta merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di pasar global.
Secara keseluruhan, kunjungan ke Paris tidak hanya menjadi ajang diplomasi tradisional, melainkan juga platform strategis untuk memperkuat aliansi energi, memperluas jaringan investasi, dan menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi hijau. Perayaan ulang tahun Teddy yang berlangsung bersamaan menambah nuansa kehangatan dan kebersamaan di antara pejabat tinggi, mencerminkan semangat kolaboratif yang diharapkan dapat diteruskan dalam agenda kebijakan nasional.
Keberhasilan dialog ini diharapkan akan memicu langkah-langkah konkrit dalam waktu dekat, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, keamanan energi, serta posisi Indonesia di panggung internasional.










