Project Seru Penuh Kejutan

Serangan Terencana pada Aktivis Andrie Yunus: Polisi Ungkap Jejak CCTV, Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka

March 19, 2026 • 0 Views
Serangan Terencana pada Aktivis Andrie Yunus: Polisi Ungkap Jejak CCTV, Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka
Serangan Terencana pada Aktivis Andrie Yunus: Polisi Ungkap Jejak CCTV, Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka

PSPK – 19 Maret 2026 | Jakarta, 18 Maret 2026 – Seorang aktivis terkemuka dari KontraS, Andrie Yunus, kembali menjadi sorotan publik setelah menjadi korban penyiraman cairan berbahaya yang menimpa tubuhnya pada 12 Maret lalu. Penyidikan yang dipimpin oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap bahwa serangan tersebut tidak bersifat spontan, melainkan aksi terencana yang dilaksanakan secara sistematis.

Menurut keterangan Kombes Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, tim penyidik berhasil melacak pergerakan pelaku melalui rekaman CCTV yang dipasang di sekitar kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). “Kami memonitor korban masuk ke kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast, kemudian keluar dan langsung diikuti oleh orang tak dikenal yang kemudian melakukan penyiraman,” ujar Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya.

Rangkaian Kejadian

  • Waktu dan tempat: Pada malam Kamis, 12 Maret 2026, di kawasan Senen, Jakarta Pusat, tak lama setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor YLBHI.
  • Metode serangan: Penyiraman menggunakan cairan berbahaya yang diduga berupa air keras, menyebabkan luka bakar pada sekitar 24 persen tubuh korban, meliputi mata, wajah, dada, dan kedua tangan.
  • Respons medis: Andrie segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan menjalani perawatan intensif.

Investigasi lebih lanjut mengidentifikasi empat prajurit TNI yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto, Kepala Pusat Operasi Penegakan Hukum Militer (Danpuspom TNI), menyatakan bahwa keempat prajurit tersebut telah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya. Namun, motif pasti serangan masih dalam tahap penyelidikan.

Pengungkapan Jejak CCTV

Tim forensik digital Polda Metro Jaya melakukan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV yang berada di beberapa titik strategis, termasuk area kantor YLBHI, jalanan Senen, dan titik pertemuan di sekitar lokasi serangan. Hasilnya menunjukkan pola pergerakan yang konsisten: pelaku mengikuti korban sejak ia meninggalkan kantor, menunggu di lokasi yang sudah dipersiapkan, lalu melakukan penyiraman pada saat korban berada di luar ruangan.

Selain rekaman visual, tim juga mengumpulkan bukti berupa sidik jari, rekaman audio, serta jejak DNA dari cairan yang digunakan. Semua bukti tersebut kini menjadi bagian integral dalam proses penyidikan yang diperkirakan akan berlanjut hingga identifikasi lengkap para pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Reaksi Pemerintah dan Masyarakat

Kasus ini menuai kecaman luas dari kalangan aktivis, organisasi hak asasi manusia, serta publik. Banyak yang menilai serangan ini sebagai upaya intimidasi terhadap suara kritis di tengah iklim politik yang semakin tegang. Sementara itu, Kapolri menegaskan komitmen kepolisian untuk menyelidiki 86 kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian, serta mengumpulkan bukti tambahan guna memastikan pelaku dapat diproses sesuai hukum.

Di sisi lain, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga mengeluarkan pernyataan yang menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini. “Kejadian ini menunjukkan betapa rentannya aktivis yang memperjuangkan hak-hak korban kekerasan negara,” ujar salah satu juru bicara Komnas HAM.

Langkah Selanjutnya

  • Pengumpulan bukti tambahan, termasuk analisis forensik cairan berbahaya.
  • Pengujian DNA dan sidik jari untuk mengonfirmasi keterlibatan keempat prajurit TNI.
  • Penyelidikan motif yang melibatkan kemungkinan perintah atau arahan dari pihak tertentu.
  • Penetapan status hukum bagi para tersangka dan pemberian perlindungan bagi korban serta keluarganya.

Kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus menambah deretan insiden kekerasan terhadap aktivis di Indonesia yang menuntut respons tegas dari aparat penegak hukum. Dengan bukti CCTV yang kuat dan keterlibatan anggota militer, penyelidikan ini menjadi titik penting dalam menegakkan keadilan serta menegaskan bahwa tindakan intimidasi tidak akan dibiarkan begitu saja.

Ke depan, masyarakat menanti hasil final penyidikan, harapan agar proses hukum berjalan transparan, dan agar para pelaku dapat dipertanggungjawabkan secara penuh. Sementara itu, Andrie Yunus terus menjalani perawatan, dengan harapan dapat kembali aktif dalam perjuangan hak asasi manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *