PSPK – 28 Maret 2026 | Sebuah kebakaran hebat melanda sebuah kapal kargo yang terdampar di pelabuhan kecil Sumbawa pada sore hari Rabu, menewaskan satu petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api. Insiden ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat dan otoritas setempat, mengingat skala kebakaran yang meluas serta upaya penyelamatan yang melibatkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tim Gabungan Evakuasi.
Rangkaian Kejadian
Menurut keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.30 WIB, ketika kapal kargo yang sedang dalam proses bongkar muat tiba-tiba mengeluarkan asap tebal berwarna hitam pekat. Upaya pemadaman awal dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran pelabuhan, namun intensitas api yang cepat menyebar membuat situasi menjadi kritis. Pada saat tim pemadam berusaha mendekati titik api, salah satu petugas kehilangan napas akibat paparan asap beracun dan meninggal di lokasi.
Kejadian ini juga memicu kepanikan di antara para pekerja pelabuhan dan penduduk sekitar. Sebanyak 14 orang yang berada di kapal atau di area sekitarnya berhasil dievakuasi ke tempat aman berkat koordinasi cepat antara TNI AL, tim SAR setempat, dan relawan masyarakat.
Upaya Penanggulangan dan Evakuasi
Setelah laporan kebakaran diterima, kapal patroli TNI AL segera dikerahkan ke lokasi. Pasukan laut bekerja sama dengan Tim Gabungan Evakuasi yang terdiri dari aparat pemadam kebakaran daerah, unit SAR, dan petugas kepolisian. Mereka menyusun strategi pemadaman dengan menggunakan busa pemadam khusus serta menyiapkan jalur evakuasi darurat.
Selama operasi, tim evakuasi berhasil mengevakuasi 14 orang, termasuk beberapa awak kapal, pekerja pelabuhan, dan warga sekitar yang terjebak. Semua korban evakuasi dinyatakan selamat dan menerima perawatan medis ringan untuk paparan asap.
Sementara itu, upaya pemadaman intensif terus dilakukan hingga malam hari. Api baru berhasil terkendali pada pukul 22.10 WIB setelah penggunaan alat pemadam berteknologi tinggi dan dukungan air laut yang melimpah.
Penyelidikan dan Tindakan Selanjutnya
Pihak berwenang telah membuka penyelidikan resmi untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran. Tim investigasi memeriksa faktor teknis kapal, termasuk kondisi mesin, bahan bakar, serta prosedur keselamatan yang diterapkan selama proses bongkar muat.
Selain penyelidikan teknis, otoritas setempat juga menekankan pentingnya peningkatan pelatihan dan perlengkapan keselamatan bagi petugas pemadam kebakaran, terutama dalam menangani kebakaran yang melibatkan bahan kimia atau minyak yang mudah terbakar.
Gubernur Nusa Tenggara Barat menyatakan akan mengalokasikan dana tambahan untuk memperkuat peralatan pemadam kebakaran di wilayah tersebut serta memberikan penghargaan khusus kepada tim penyelamat yang berhasil menyelamatkan 14 orang dari bahaya.
Kasus ini juga memicu diskusi nasional tentang standar keselamatan maritim dan perlindungan petugas penanggulangan bencana. Beberapa lembaga pemerintah berjanji untuk mempercepat revisi regulasi terkait prosedur evakuasi dan penanganan kebakaran kapal di pelabuhan-pelabuhan kecil.
Dengan selesainya operasi pemadaman, fokus kini beralih pada pemulihan kondisi pelabuhan serta penyembuhan keluarga korban yang kehilangan petugas pemadam kebakaran. Upacara pemakaman akan dilaksanakan minggu depan dengan kehadiran pejabat daerah, perwakilan TNI AL, dan rekan-rekan petugas pemadam kebakaran yang turut berduka cita.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas mereka, serta pentingnya dukungan penuh dari semua pihak untuk meningkatkan kesiapan dan keselamatan dalam penanggulangan bencana.












