Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Puluhan Sekolah di Sukoharjo Libur, Ribuan Paket MBG Dialihkan untuk Korban Banjir: Begini Cara Pengambilannya

April 16, 2026 • 0 Views
Puluhan Sekolah di Sukoharjo Libur, Ribuan Paket MBG Dialihkan untuk Korban Banjir: Begini Cara Pengambilannya
Puluhan Sekolah di Sukoharjo Libur, Ribuan Paket MBG Dialihkan untuk Korban Banjir: Begini Cara Pengambilannya

PSPK – 16 April 2026 | Sukoharjo, Jawa Tengah – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukoharjo sejak Selasa malam, 14 April 2026, memicu luapan anak Sungai Bengawan Solo serta sungai-sungai kecil di sekitarnya. Akibatnya, sebagian besar Kecamatan Grogol terendam air, mengakibatkan puluhan sekolah harus diliburkan dan ribuan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan untuk membantu warga terdampak.

Situasi Banjir di Kecamatan Grogol

Menurut pernyataan Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, sekitar tujuh sekolah di wilayah tersebut mengalami genangan air yang masuk hingga ke ruang kelas dan ruang guru. Desa‑desa yang paling parah terdampak meliputi Manang, Banaran, Sanggrahan, Kwarasan, Gedangan, Langanharjo, dan Cemani. Tinggi genangan bervariasi antara 40 hingga 80 sentimeter, cukup untuk menggenangi lantai kelas dan menghambat akses masuk. Camat menambahkan bahwa genangan masih konsisten di wilayah utara dan barat, terutama area yang berdekatan dengan aliran anak Sungai Bengawan Solo dan Kali Jenes.

Tim BPBD Sukoharjo, yang dipimpin oleh Ariyanto Mulyatmojo, menegaskan bahwa curah hujan ekstrem selama lebih dari 10 jam (pukul 18.00‑04.00 WIB) menjadi penyebab utama banjir. Meskipun sebagian daerah sudah mulai surut, beberapa titik masih memerlukan waktu lebih lama untuk mengering.

Penutupan Sekolah dan Langkah Pengamanan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, melakukan inspeksi langsung di SDN Madegondo 3 pada Rabu, 15 April 2026. Ia menyatakan keputusan meliburkan siswa diambil demi keselamatan anak‑anak dan untuk mengamankan aset sekolah. “Kami instruksikan kepada guru‑guru untuk menutup kegiatan belajar mengajar dan melakukan pengamanan fasilitas sekolah,” ujarnya.

Berbagai sekolah, mulai dari SD hingga SMP, terpaksa menghentikan proses belajar mengajar karena risiko keselamatan yang tinggi. Contohnya, SDN Sanggrahan 01 dan SDN Sanggrahan 02 mengalami genangan hingga 60 sentimeter di dalam ruang kelas, sementara SDN Cemani 05, SDN Langenharjo 03, dan SDN Telukan 03 hanya terendam di halaman namun menghalangi akses kendaraan.

Pengalihan Ribuan Paket MBG untuk Korban Banjir

Dengan sekolah‑sekolah yang tidak beroperasi, paket MBG yang biasanya disalurkan untuk sarapan siswa dapat dialihkan. Camat Herdis mengonfirmasi bahwa hampir 5.000 paket MBG berhasil dipindahkan ke warga yang terdampak. Paket tersebut hadir dalam dua bentuk: ompreng (bentuk kotak kardus) dan kemasan yang sudah dibungkus rapat.

“Kami melakukan dropping sementara untuk sarapan, lalu strategi pengalihan MBG diterapkan karena sekolah‑sekolah sedang libur,” kata Herdis lewat telepon. Ia menambahkan bahwa paket MBG didistribusikan secara langsung ke titik‑titik pengungsian serta rumah‑rumah warga yang masih mengungsi.

Upaya Penanggulangan dan Harapan Masyarakat

Pemerintah daerah bersama BPBP, Dinas Sosial, dan relawan setempat terus memantau situasi. Beberapa warga yang sempat mengungsi di jalan Ir. Soekarno – Solo Baru kini mulai kembali ke rumah untuk membersihkan puing‑puing, meskipun sebagian masih menunggu air turun lebih jauh.

Camatan menekankan pentingnya penurunan elevasi Bengawan Solo agar aliran air dapat kembali normal. “Kami berharap ketinggian air segera turun sehingga genangan dapat meresap kembali ke sungai,” ungkapnya.

Daftar Desa dan Wilayah yang Masih Tergenang

  • Manang (Grogol)
  • Banaran (Grogol)
  • Sanggrahan (Grogol)
  • Kwarasan (Grogol)
  • Gedangan (Grogol)
  • Langanharjo (Grogol)
  • Cemani (Grogol)

Selain itu, akses jalan Solo Baru di arah Cemani ditutup sementara oleh warga karena genangan yang tinggi mengancam rumah‑rumah di sekitarnya.

Dengan ribuan paket MBG yang berhasil dialihkan, serta langkah cepat penutupan sekolah untuk menghindari risiko, pemerintah Kabupaten Sukoharjo berupaya meminimalkan dampak bencana terhadap anak‑anak dan keluarga terdampak. Masyarakat diharapkan tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan bersiap menghadapi kemungkinan banjir lanjutan jika curah hujan tetap tinggi.

Ke depan, otoritas setempat berencana melakukan evaluasi terhadap sistem peringatan dini banjir, perbaikan infrastruktur drainase, dan penataan ulang rencana distribusi bantuan makanan bergizi agar dapat lebih responsif pada situasi darurat serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *