PSPK – 12 Mei 2026 | Palembang, 11 Mei 2026 – Dua korban selamat dari kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang menabrak truk tangki bahan bakar minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara, atau Muratara, kini menjalani serangkaian operasi lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang. Ngadiono (44) dan Jumiatun (35) mengalami luka bakar berat, namun kondisi mereka menunjukkan perbaikan setelah prosedur medis intensif.
Pada pukul 11.00 WIB, tim medis RS Bhayangkara, dipimpin oleh Kombes Budi Susanto, melakukan operasi pertama pada kedua korban. Operasi meliputi pengangkatan jaringan yang rusak atau mati akibat panas, serta pembersihan sisa-sisa kotoran yang menempel pada kulit. Kombes Budi menjelaskan, “Kami mengangkat jaringan yang tidak lagi hidup dan membersihkan area luka untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Proses ini penting agar jaringan sehat dapat tumbuh kembali.”
Ngadiono, yang semula dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 50 persen pada tubuhnya, berhasil menurunkan luas luka menjadi sekitar 30 persen setelah operasi. “Kondisinya sudah lebih baik dibandingkan Jumiatun. Persentase luka bakar berkurang signifikan, dan ia kini berada di ruang perawatan intensif (ICU) untuk pemantauan lanjutan,” ujar Budi.
Berbeda dengan Ngadiono, Jumiatun mengalami luka bakar yang lebih terlokalisasi namun kritis, terutama pada kedua tangannya. Luka tersebut tidak hanya mengancam fungsi motorik, melainkan juga memengaruhi sistem pernapasan korban. Meskipun prosedur pengangkatan jaringan berhasil, dokter menilai ada delapan jari tangan yang mengalami kerusakan parah sehingga kemungkinan besar harus diamputasi.
“Di area tangan terdapat jaringan yang hampir tidak memiliki aliran darah yang cukup. Kami akan melakukan pemeriksaan vaskularisasi lebih lanjut untuk memastikan apakah jari‑jari tersebut masih dapat dipertahankan atau harus diangkat demi keselamatan pasien,” jelas Kombes Budi. Rencana amputasi meliputi empat jari kanan dan empat jari kiri, dan dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026.
Tim medis juga melakukan prosedur debridement pada area lain yang terkena luka bakar, termasuk pembersihan pada bagian dada dan punggung. Selama proses pemulihan, Jumiatun diberikan perawatan suportif berupa oksigenasi tambahan, terapi nyeri, dan antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi sekunder.
RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang merupakan rumah sakit rujukan bagi korban kecelakaan massal di wilayah Sumatera Selatan. Fasilitasnya dilengkapi dengan ruang operasi khusus luka bakar, unit perawatan intensif, serta tim rehabilitasi yang siap membantu proses pemulihan jangka panjang. “Kami berkomitmen memberikan penanganan terbaik bagi korban, termasuk persiapan rehabilitasi fisik dan psikologis setelah mereka keluar dari rumah sakit,” tambah Kombes Budi.
Selain penanganan medis, pihak berwenang setempat juga melakukan investigasi terhadap penyebab tabrakan antara bus ALS dan truk tangki BBM. Sementara penyelidikan masih berlangsung, dugaan awal mengarah pada kegagalan rem truk atau kelelahan pengemudi. Polisi setempat berjanji akan menyampaikan hasil temuan secara transparan kepada publik.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat Sumatera Selatan, terutama karena bus ALS merupakan moda transportasi publik yang sering dipilih warga untuk menempuh jarak antar kota. Pemerintah provinsi telah menyatakan akan meninjau kembali standar keselamatan kendaraan umum, termasuk inspeksi berkala dan pelatihan pengemudi.
Dalam jangka pendek, fokus utama tetap pada pemulihan kesehatan Jumiatun dan Ngadiono. Kedua korban kini berada di bawah pengawasan intensif, dengan harapan mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari‑hari setelah proses rehabilitasi selesai. “Kami berdoa agar Jumiatun dapat melewati proses amputasi dengan lancar dan mendapatkan prostetik yang memadai, sementara Ngadiono terus pulih dan kembali ke keluarganya,” tutup Kombes Budi.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penegakan standar keselamatan transportasi serta kesiapan layanan medis darurat dalam menghadapi bencana kecelakaan di wilayah Indonesia.












