PSPK – 22 Maret 2026 | Lebih dari dua puluh negara, mayoritas dari Eropa serta Uni Emirat Arab dan Bahrain, menyatakan kesediaannya membantu mengamankan Selat Hormuz pada Sabtu (21 Maret). Mereka mengecam keras aksi Iran yang menutup secara de‑fakto selat penting itu serta menyerang kapal komersial tak bersenjata dan instalasi energi sipil.
Pernyataan bersama menegaskan komitmen untuk berpartisipasi dalam upaya yang tepat guna memastikan jalur pelayaran tetap aman. Negara‑negara tersebut juga menyambut baik inisiatif perencanaan dan persiapan yang sedang dibahas.
Ketegangan bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Tehran menargetkan negara‑negara tetangganya di Teluk dan kapal‑kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Data Kpler menunjukkan bahwa antara 1 dan 19 Maret hanya tercatat 116 penyeberangan kapal pengangkut komoditas, menurun 95 % dibandingkan rata‑rata masa damai. Selat Hormuz biasanya menjadi jalur bagi sekitar 20 % minyak dan gas dunia, sehingga blokade de‑fakto Iran menyebabkan lonjakan harga energi.
- Negara‑negara penanda: sebagian besar negara Eropa, Uni Emirat Arab, Bahrain.
- Tujuan: mengakhiri serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas.
- Ajakan: moratorium komprehensif segera terhadap segala bentuk serangan.
Para pihak menekankan pentingnya menjaga stabilitas jalur laut ini demi keamanan energi global dan perdagangan internasional.










