PSPK – 31 Mei 2026 | Jelang ILC Ke-114, Kemnaker Matangkan Persiapan Delegasi Tripartit Indonesia dengan rapat koordinasi intensif di kantor pusat pada Selasa, 26 Mei 2026. Pertemuan yang melibatkan unsur pemerintah, serikat pekerja, serta pengusaha ini menjadi landasan strategis bagi Indonesia untuk menampilkan posisi yang kuat di panggung internasional.
Latar Belakang dan Signifikansi
International Labour Conference (ILC) ke-114 akan digelar pada 1-12 Juni 2026 di Jenewa, Swiss, dengan tema “A Moment of Choice: Harnessing Artificial Intelligence for Decent Work”. Kemnaker menegaskan bahwa kehadiran delegasi tripartit bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen perlindungan kepentingan nasional, sarana diplomasi standar ketenagakerjaan global, serta wadah menjaga stabilitas hubungan industrial internasional.
Komposisi Delegasi Tripartit
Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan dari tiga pilar utama: Kementerian Ketenagakerjaan dipimpin oleh Menteri Yassierli, serikat pekerja-buruh, dan asosiasi pengusaha. Representasi lengkap ini memastikan setiap sudut pandang terdengar dalam pembahasan standar kerja, terutama terkait dampak AI dan digitalisasi.
- Direktur Jenderal PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri, memimpin rapat persiapan.
- Perwakilan serikat pekerja mengangkat isu perlindungan hak pekerja di era otomasi.
- Pengusaha menyoroti tantangan adopsi teknologi tanpa mengurangi kualitas kerja.
Agenda Prioritas di ILC Ke-114
Agenda ILC terbagi menjadi agenda tetap dan agenda teknis. Pada agenda tetap, Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang dievaluasi, menandakan kepatuhan yang baik terhadap konvensi ILO. Agenda teknis yang menjadi fokus utama meliputi:
- Standard Setting Platform Economy (Second Discussion) – menilai regulasi ekonomi platform.
- General Discussion Gender Equality – memperkuat kebijakan kesetaraan gender di tempat kerja.
- Recurrent Discussion Social Dialogue and Tripartism – memperdalam peran dialog sosial tripartit.
Keempat urgensi yang disampaikan Putri mencakup perlindungan kepentingan nasional, diplomasi standar global, stabilitas hubungan industrial, serta kesiapan menghadapi transformasi AI.
Harapan dan Tantangan
Kemnaker berharap delegasi dapat mengusulkan rekomendasi yang sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja Indonesia, khususnya dalam menciptakan pekerjaan layak yang didukung kecerdasan buatan. Tantangan utama meliputi adaptasi regulasi yang cepat, mengatasi potensi pemutusan hubungan kerja akibat otomatisasi, dan memastikan inklusivitas gender.
Dengan soliditas unsur tripartit, delegasi optimis dapat memberikan kontribusi nyata, menjaga kepentingan nasional, dan memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang pro‑aktif dalam pembentukan standar kerja internasional.
Jelang ILC Ke-114, Kemnaker Matangkan Persiapan Delegasi Tripartit Indonesia terus memperkuat koordinasi internal, menyusun posisi kebijakan, serta menyiapkan dokumen teknis yang akan dipresentasikan di Jenewa. Kesimpulannya, langkah persiapan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam dialog sosial global, memastikan bahwa AI menjadi alat untuk meningkatkan pekerjaan layak, bukan mengancamnya.










