Project Seru Penuh Kejutan

Hasan Nasbi, Mantan Wartawan Kompas yang Kini Komisaris Pertamina, Temui Jokowi di Solo

March 27, 2026 • 0 Views
Hasan Nasbi, Mantan Wartawan Kompas yang Kini Komisaris Pertamina, Temui Jokowi di Solo
Hasan Nasbi, Mantan Wartawan Kompas yang Kini Komisaris Pertamina, Temui Jokowi di Solo

PSPK – 27 Maret 2026 | Solo kembali menjadi sorotan nasional setelah Presiden Joko Widodo menerima kunjungan lima pejabat tinggi, termasuk mantan wartawan Kompas yang kini menjabat sebagai komisaris Pertamina, Hasan Nasbi. Pertemuan yang berlangsung di rumah pribadi Presiden di Kelurahan Sumber, Banjarsari, ini menandai momentum penting bagi hubungan antara dunia pers, industri energi, dan pemerintahan.

Latar Belakang Hasan Nasbi: Dari Meja Redaksi ke Ruang Direksi

Hasan Nasbi memulai karier jurnalistiknya pada awal 1990-an setelah menamatkan studi komunikasi massa di Universitas Gadjah Mada. Ia bergabung dengan Kompas pada tahun 1992, menempati posisi reporter politik dan kemudian menjadi koresponden khusus yang meliput dinamika parlemen, pemilihan umum, serta kebijakan ekonomi. Selama lebih satu dekade, karya-karyanya dikenal kritis namun berimbang, menjadikannya salah satu suara penting dalam menginterpretasikan kebijakan pemerintah bagi publik.

Pada pertengahan 2000-an, Nasbi beralih ke peran manajerial sebagai editor senior, sebelum akhirnya mengundurkan diri dari dunia pers pada 2008. Keputusan tersebut diiringi keinginan untuk mengabdi lebih langsung kepada negara melalui bidang kebijakan publik. Ia kemudian meniti karier di birokrat, pertama sebagai penasihat komunikasi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, lalu menjabat sebagai Kepala Staf Sekretariat Presiden pada 2014‑2019.

Pengalaman luas di media dan pemerintahan menjadikan Hasan Nasbi sosok yang strategis, terutama dalam hal hubungan industri‑pemerintah. Pada akhir 2022, ia resmi diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero), sebuah posisi yang menuntut pemahaman mendalam tentang kebijakan energi, regulasi pasar, serta dinamika geopolitik energi nasional.

Agenda Pertemuan di Solo

Pertemuan dengan Presiden Jokowi berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026, bersamaan dengan kunjungan Wali Kota Solo, Respati Ardi, serta empat pejabat lainnya, termasuk mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta mantan Kapolda Jawa Tengah. Dalam suasana santai namun penuh makna, masing‑masing pejabat menyampaikan laporan perkembangan wilayah masing‑masing serta aspirasi strategis untuk masa depan Indonesia.

Hasan Nasbi menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan pandangan Pertamina terkait pengembangan infrastruktur energi di Jawa Tengah, khususnya proyek pengolahan biofuel yang berpotensi meningkatkan kemandirian energi daerah. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN dalam mempercepat transisi energi hijau, sekaligus menegaskan komitmen Pertamina untuk mendukung program Ibu Kota Negara (IKN) yang tengah dibangun di Kalimantan Utara.

Dalam dialog singkat, Presiden Jokowi menanggapi dengan optimisme, menekankan bahwa “kolaborasi antara dunia usaha, birokrat, dan tokoh masyarakat harus menjadi landasan utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.” Jokowi juga mengapresiasi peran media dalam membentuk opini publik, mengingat latar belakang Nasbi yang pernah menjadi wartawan.

Peran Strategis Nasbi di Pertamina

Sebagai komisaris, Hasan Nasbi berada di posisi strategis yang mengawasi kebijakan korporasi, tata kelola, serta pengawasan risiko. Ia berperan dalam menilai rencana ekspansi bisnis, termasuk investasi pada energi terbarukan dan teknologi penyimpanan energi (energy storage). Dengan latar belakang jurnalistik, Nasbi dikenal menekankan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keuangan serta keberlanjutan lingkungan.

Beberapa inisiatif yang telah didorong oleh Nasbi antara lain:

  • Peningkatan program CSR Pertamina di sektor pendidikan dan kesehatan, terutama di daerah‑daerah terpencil.
  • Pengembangan platform digital untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok bahan bakar.
  • Penguatan standar ESG (Environmental, Social, Governance) dalam operasional kilang dan jaringan distribusi.

Semua langkah tersebut sejalan dengan visi Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi yang berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) Indonesia.

Relevansi Kunjungan bagi Solo dan Nasional

Kunjungan pejabat ke rumah Jokowi di Solo tidak sekadar formalitas. Ia menjadi sarana pertukaran informasi antara pusat dan daerah, serta memperkuat jaringan silaturahmi yang dianggap penting oleh Presiden. Wali Kota Solo, Respati Ardi, dalam pidatonya menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan pelayanan publik selama periode Idul Fitri, sementara Hasan Nasbi menambahkan bahwa energi yang terjangkau dan bersih menjadi prioritas utama bagi kesejahteraan masyarakat.

Secara keseluruhan, pertemuan ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan Jokowi yang inklusif, mengakomodasi beragam pihak dari media, pemerintahan, hingga sektor industri. Kehadiran Hasan Nasbi sebagai mantan wartawan yang kini mengemban tanggung jawab di BUMN menegaskan betapa pentingnya pemahaman lintas sektor dalam mengatasi tantangan nasional.

Dengan latar belakang yang unik, Hasan Nasbi diharapkan dapat menjadi jembatan efektif antara dunia pers, kebijakan publik, dan sektor energi, memperkuat sinergi yang diperlukan untuk mewujudkan Indonesia 2045 yang lebih mandiri energi dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *