PSPK – 17 April 2026 | Pada hari Jumat, 17 April 2026, umat Islam di Indonesia menyambut penghujung bulan Syawal 1447 H. Jumat dikenal sebagai Sayyidul Ayyam, hari yang memiliki keutamaan spiritual tinggi. Memanfaatkan Jumat terakhir di bulan Syawal menjadi momentum penting untuk menutup rangkaian ibadah Ramadhan dengan amal yang berkelanjutan.
Amalan Sunnah yang Dianjurkan
- Membaca Surah Al‑Kahfi – Membaca surah ini pada malam atau siang Jumat dipercaya memberikan cahaya petunjuk antara dua Jumat serta menjadi perlindungan dari fitnah Dajjal.
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW – Shalawat pada hari Jumat meningkatkan kecintaan kepada Rasul dan dijanjikan syafaat serta kenaikan derajat di akhirat.
- Memberikan sedekah – Baik berupa uang, makanan, atau bantuan kepada tetangga, sedekah Jumat memiliki pahala setara dengan sedekah di bulan Ramadan.
- Membersihkan diri secara sunnah – Mandi, memotong kuku, merapikan rambut atau kumis, serta memakai pakaian bersih dan wewangian non‑alkohol sebelum shalat Jumat.
- Datang lebih awal ke masjid – Menempati shaf terdepan, melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid, dan mendengarkan khutbah dengan tenang menambah pahala.
- Memperbanyak doa di waktu mustajab – Menurut sebagian ulama, detik‑detik menjelang terbenamnya matahari setelah Ashar merupakan waktu doa yang paling mustajab.
Keutamaan Jumat di Bulan Syawal
- Menunjukkan istiqamah pasca‑Ramadhan – Konsistensi beramal pada Jumat terakhir Syawal menegaskan bahwa semangat ibadah tidak berakhir setelah Idul Fitri.
- Menutup bulan peningkatan dengan amal terbaik – Syawal secara harfiah berarti peningkatan; mengakhiri bulan ini dengan amalan maksimal mengekspresikan rasa syukur.
- Ganjaran berlipat ganda – Semua amal, baik ibadah pribadi maupun sosial, dijanjikan pahala yang lebih besar bila dilakukan pada hari Jumat.
Dengan menerapkan enam amalan di atas, umat dapat menutup lembaran Syawal 1447 H dengan catatan amal yang kuat, sekaligus menyiapkan energi spiritual untuk bulan-bulan mendatang.
Penulis: Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah
Editor: Muhamad Ridlo
Referensi: Majelis Ulama Indonesia; Badan Amil Zakat Nasional.












