PSPK – 11 Maret 2026 | Menjelang penutupan bulan suci, ribuan umat Islam di seluruh dunia menanti momen-momen istimewa yang diyakini dapat menambah keberkahan hidup. Dari keutamaan Lailatul Qadar hingga pertanda orang yang wafat pada Ramadan, berbagai kepercayaan dan dalil agama menjadi bahan perbincangan hangat. Berikut ulasan komprehensif mengenai tanda-tanda orang beruntung di bulan Ramadan, lengkap dengan penjelasan Qur’an, hadis, serta panduan praktis untuk meraih pahala maksimal pada sepuluh malam terakhir.
Keutamaan Wafat di Bulan Ramadan
Sejumlah umat percaya bahwa kematian pada bulan Ramadan membawa keistimewaan tersendiri. Namun, tidak ada dalil eksplisit yang menyatakan bahwa bulan Ramadan saja menjamin kedudukan khusus di sisi Allah. Kunci utama tetap pada kualitas amal dan keimanan seseorang.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan beriman, melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa Ramadan, menunaikan zakat, dan mengucapkan syahadat, maka ia termasuk golongan syuhada’ dan shiddiqin.” (HR. Ibnu Hibban). Hadis ini menekankan bahwa keutamaan ditentukan oleh amal saleh, bukan semata-mata bulan kematian.
Para ulama menambahkan bahwa bila seseorang wafat pada Ramadan dengan catatan amal yang melimpah, maka ia dapat memperoleh tempat istimewa di surga. Dalam kitab 800 Hadits Pilihan, dijelaskan bahwa wafat pada Ramadan “bisa menjadi keadaan yang baik” asalkan disertai amal saleh yang banyak.
Lailatul Qadar: Malam Penuh Pahala
Sepuluh malam terakhir Ramadan menyimpan malam paling mulia, Lailatul Qadar, yang disebut dalam Qur’an: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al‑Qur’an) pada malam kemuliaan… Malam itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al‑Qadr 97:1‑5). Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menegaskan bahwa ibadah pada malam tersebut dapat mengampuni dosa-dosa yang lalu.
Walaupun tanggal pastinya tidak disebutkan secara pasti, mayoritas ulama menyepakati bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir, antara 21–29 Ramadan. Oleh karena itu, mencari tanda-tanda alam menjadi bagian penting bagi umat yang ingin tidak melewatkannya.
Tanda-Tanda Alam Lailatul Qadar
- Gempa ringan atau gemuruh tak beraturan yang tidak menimbulkan kerusakan besar.
- Suasana tenang dan damai di seluruh dunia, seolah-olah langit menurunkan ketenangan.
- Cahaya bintang yang lebih terang pada malam hari, menandakan turunnya malaikat.
- Angin sejuk yang menyapa secara tiba‑tiba, dianggap sebagai isyarat turunnya rahmat.
Memperbanyak doa, membaca Al‑Qur’an, dan melakukan itikaf pada malam-malam tersebut merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Sebuah artikel Reuters mengutip Siska Permata Sari, menambahkan bahwa Lailatul Qadar juga menjadi kesempatan bagi umat untuk memperkuat ukhuwah sesama melalui sedekah dan sholat berjamaah.
Bagaimana Menyambut 10 Malam Terakhir dengan Optimal
- Rencanakan jadwal ibadah: Tetapkan waktu khusus untuk tilawah Qur’an, shalat tarawih, dan dzikir.
- Perbanyak sedekah: Buka rekening wakaf, beri makanan untuk yang membutuhkan, atau sumbangkan pakaian layak.
- Lakukan itikaf: Mengasingkan diri di masjid atau rumah selama sepuluh malam terakhir untuk fokus pada spiritualitas.
- Baca doa Lailatul Qadar: Doa-doa khusus yang diajarkan oleh Nabi, seperti “Allahumma innaka ‘afuwwun karim, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”.
Selain itu, menjaga kesehatan tubuh dengan pola makan seimbang dan istirahat cukup menjadi faktor penting agar ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk.
Kesimpulan
Ramadan memang penuh berkah, namun keberuntungan sejati di bulan suci tidak hanya ditentukan oleh tanggal lahir atau wafat, melainkan oleh kualitas amal dan ketulusan hati. Wafat pada Ramadan dapat menjadi tanda keberuntungan bila disertai amal saleh yang melimpah, sementara Lailatul Qadar menawarkan peluang emas untuk meningkatkan pahala secara signifikan. Dengan memanfaatkan tanda‑tanda alam, memperbanyak doa, serta menata jadwal ibadah secara terstruktur, setiap muslim dapat mengakhiri Ramadan dengan hati yang tenang, harapan yang kuat, dan keyakinan telah menyiapkan tempat istimewa di sisi Allah SWT.












