PSPK – 12 April 2026 | Idul Adha atau Hari Raya Penyembelihan kembali menghampiri umat Islam di seluruh dunia, menandai puncak ibadah haji serta pelaksanaan shalat Idul Adha yang sarat makna spiritual. Pada tahun 2026, hari raya ini dijadwalkan jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, bulan kedua belas dalam kalender Hijriah yang juga dikenal sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan.
Idul Adha di Bulan Dzulhijjah: Keterangan Kalender Islam
Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam sistem kalender Islam yang terdiri atas dua belas bulan, dimana empat di antaranya – Dzulqa’dah, Muharram, Rajab, dan Dzulhijjah – mendapat status khusus sebagai bulan haram (Asyhur al‑Hurūm). Al‑Qur’an menegaskan pentingnya keempat bulan tersebut dalam Surat At‑Taubah ayat 36: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan…empat di antaranya bulan haram.” Bulan Dzulhijjah tidak hanya menjadi saksi pelaksanaan ibadah haji, hari Arafah, dan Idul Adha, tetapi juga menandai hari‑hari tasyrik yang mengakhiri rangkaian ritual tahunan umat.
Ritual Shalat Idul Adha: Tata Cara dan Makna
Shalat Idul Adha dilaksanakan secara berjamaah di lapangan terbuka atau masjid, biasanya sesudah subuh namun sebelum terbit matahari. Ibadah dimulai dengan takbiratul ihram, diikuti dua rakaat shalat fardhu yang masing‑masing terdiri atas surah Al‑Fatihah dan satu surah pendek, diakhiri dengan salam. Setelah shalat, imam menyampaikan khutbah yang menekankan ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT, serta nilai pengorbanan yang menjadi inti perayaan.
Jadwal sholat lima waktu tetap menjadi pedoman harian, termasuk pada hari raya. Misalnya, di wilayah Palembang, jadwal sholat ditetapkan secara ilmiah untuk memastikan umat dapat menunaikan shalat tepat pada waktunya, sekaligus menyesuaikan aktivitas lain tanpa mengorbankan kewajiban ibadah.
Sejarah dan Hikmah Penyembelihan
Idul Adha mengingatkan pada kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia menyembelih putranya, Ismail, sebagai bukti ketakwaan. Ketika Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba, umat Islam meneladani sikap tawakal dan kesiapan berkorban demi Allah. Penyembelihan hewan kurban pada hari ini menjadi simbol kepatuhan, sekaligus sarana menyalurkan sedekah kepada yang membutuhkan.
Amalan Tambahan Pasca Shalat Idul Adha
Setelah menunaikan shalat Idul Adha, banyak umat melanjutkan dengan doa-doa khusus. Tradisi membaca doa setelah sholat Subuh—yang dipercaya membuka pintu langit—juga sering dipraktikkan pada hari raya. Doa tersebut, “Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbala”, memohon ilmu bermanfaat, rezeki yang baik, serta amal yang diterima. Amalan dzikir dan doa ini memperkuat hubungan spiritual serta menambah keberkahan pada hari yang suci.
Etika Sosial dan Kesehatan di Masa Pandemi
Pengalaman selama pandemi COVID‑19 meninggalkan jejak pada pelaksanaan Idul Adha. Pada tahun‑tahun sebelumnya, jamaah diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak saat melaksanakan shalat Idul Adha, seperti yang terlihat pada pelaksanaan shalat di Masjid Raya Jakarta pada 31 Juli 2020. Kebijakan tersebut menunjukkan adaptasi ibadah tradisional dengan protokol kesehatan, sekaligus menegaskan bahwa kebersamaan tetap dapat terjaga tanpa mengorbankan keselamatan.
Petunjuk Praktis bagi Umat
- Pastikan niat (niyyah) untuk melaksanakan shalat Idul Adha.
- Lakukan takbir (Allahu Akbar) saat memulai shalat, kemudian lakukan dua rakaat sesuai urutan yang telah ditetapkan.
- Dengarkan khutbah dengan khusyuk; fokus pada pesan ketaatan dan pengorbanan.
- Setelah shalat, bacakan doa khusus serta dzikir untuk menutup ibadah.
- Jika memungkinkan, ikuti penyembelihan kurban secara kolektif atau sumbangkan dana kurban kepada pihak yang terpercaya.
Dengan mengikuti rangkaian ibadah tersebut, umat tidak hanya melaksanakan perintah agama, melainkan juga memperkuat nilai solidaritas, empati, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari‑hari.
Idul Adha kali ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali tujuan ibadah, meneguhkan keimanan, serta menyalurkan kebaikan kepada sesama. Semoga shalat Idul Adha yang dilaksanakan dengan khusyuk serta amalan kurban yang tepat dapat membawa berkah, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh umat Islam.












