PSPK – 12 Mei 2026 | Dalam beberapa hari terakhir, sebuah video yang menunjukkan seorang guru bernama Sumit Sehgal diduga menganiaya seorang siswa di dalam kelas telah menjadi viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan suasana kelas di mana seorang siswa terlihat duduk di lantai, sementara guru tersebut memukulinya dengan keras dan melontarkan kata-kata kasar. Kejadian ini dilaporkan terjadi di Sumit’s Academy, sebuah lembaga pendidikan di Kalkaji, Delhi.
Setelah video ini menyebar luas, banyak pengguna media sosial menyerukan tindakan dari pihak kepolisian Delhi, menuntut agar kejadian tersebut diselidiki. Namun, tak lama setelah itu, muncul video klarifikasi dari Sumit dan siswa tersebut. Dalam video tersebut, mereka menyebut bahwa kejadian dalam video viral adalah sebuah ‘skit‘ yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana guru-guru dari generasi sebelumnya menggunakan hukuman fisik untuk mendidik siswa.
Dalam klarifikasi tersebut, siswa yang terlihat di video mengaku bahwa dia belajar di Sumit’s Academy dan menjelaskan bahwa video itu tidak mencerminkan kenyataan. “Saya ingin mengatakan bahwa Sumit sir adalah orang yang baik dan dalam video itu, Sumit sir sedang mengajarkan kami bagaimana reaksi guru di masa lalu. Jadi, itu adalah video yang sepenuhnya tidak benar,” ujarnya.
Sumit Sehgal juga menjelaskan bahwa tindakan yang ditunjukkan dalam video tersebut adalah sebuah adegan untuk menunjukkan reaksi guru di masa lalu. Dia menekankan bahwa tidak ada siswa yang terluka dan bahwa dia selalu menjaga hubungan baik dengan murid-muridnya. Dia juga memperkenalkan ayah siswa tersebut, Kapil Sharma, yang mendukung pernyataan mereka dan menyatakan bahwa video itu merupakan bentuk publikasi murahan.
Meskipun sudah ada klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat, banyak netizen tetap skeptis. Beberapa dari mereka berkomentar bahwa video klarifikasi tersebut terlihat dipaksakan dan mempertanyakan motivasi di balik pembuatan video tersebut. Salah satu komentar menyebutkan, “Apakah mereka akan belajar akting atau berapa banyak uang yang mereka terima untuk berbohong di depan kamera?”
Tidak hanya di India, video viral lainnya juga menjadi sorotan. Baru-baru ini, video yang menunjukkan dua oknum tenaga ahli Gubernur Kalimantan Selatan menggunakan narkoba juga muncul. Salah satu pelaku, Khalikin Noor, meminta maaf kepada publik atas beredarnya video tersebut dan mengakui bahwa video itu direkam pada tahun 2024.
Sementara itu, di Noida, sebuah video CCTV yang menunjukkan pemilik outlet pizza diduga meludahi adonan juga turut viral dan membuat pemiliknya ditangkap. Kejadian-kejadian ini menunjukkan bagaimana video viral dapat mempengaruhi reputasi individu dan institusi dalam sekejap.
Fenomena video viral ini semakin meningkat dengan adanya teknologi yang memungkinkan penyebaran informasi dengan cepat. Namun, hal ini juga menimbulkan tantangan dalam mengkonfirmasi kebenaran dari informasi yang beredar di masyarakat. Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menyikapi konten yang mereka konsumsi agar tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.












