PSPK – 29 Mei 2026 | Jakarta — Idulfitri dan Iduladha merupakan dua hari raya terbesar dalam kalender umat Islam yang diperingati di hampir seluruh penjuru dunia. Meski keduanya memiliki kedudukan yang sama pentingnya dalam ajaran agama, kemeriahan perayaan keduanya ternyata tidak selalu sebanding di setiap negara. Fakta menarik menunjukkan bahwa sejumlah negara merayakan Iduladha lebih meriah dari Idulfitri, sebuah fenomena yang dipengaruhi oleh tradisi lokal, kondisi sosial, hingga kedekatan budaya masyarakat setempat dengan nilai-nilai pengorbanan yang menjadi inti dari hari raya kurban tersebut.
Di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara, perayaan Idulfitri memang cenderung mendominasi sebagai momen paling meriah sepanjang tahun. Suasana mudik, silaturahmi, hingga tradisi saling memaafkan menjadikan Idulfitri sebagai perayaan yang paling dinanti. Namun, gambaran ini jelas tidak berlaku secara global. Ketika menilik lebih jauh ke berbagai belahan dunia lain, sejumlah negara merayakan Iduladha lebih meriah dari Idulfitri dengan cara yang unik dan kaya akan makna.
Arab Saudi: Pusat Perayaan Iduladha Dunia
Arab Saudi menjadi negara yang paling menonjol dalam merayakan Iduladha. Hal ini sangat wajar mengingat negara tersebut merupakan pusat pelaksanaan ibadah haji di Makkah dan Madinah — rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu. Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan rangkaian ibadah haji yang berpuncak pada momen Iduladha.
Pemerintah Arab Saudi sendiri biasanya menetapkan libur panjang selama periode Iduladha agar seluruh masyarakat, baik warga lokal maupun jamaah haji, dapat sepenuhnya fokus menjalankan ibadah dan merayakan hari raya. Suasana kebersamaan yang tercipta di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadikan perayaan Iduladha di Arab Saudi sebagai pengalaman spiritual yang tidak tertandingi oleh perayaan hari raya lainnya.
Pakistan: Libur Empat Hari Penuh Makna
Tidak kalah meriah, Pakistan juga dikenal sebagai negara yang menempatkan Iduladha sebagai salah satu perayaan terbesar dalam setahun. Pemerintah Pakistan menetapkan libur resmi selama empat hari berturut-turut untuk menyambut hari raya kurban ini. Masyarakat memanfaatkan momen tersebut dengan memperbanyak ibadah, menghadiri khutbah di masjid-masjid, serta berkumpul bersama keluarga besar untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada sesama.
Tradisi pembagian daging kurban di Pakistan dilakukan secara sistematis, di mana sepertiga daging diperuntukkan bagi keluarga, sepertiga untuk tetangga dan kerabat, dan sepertiga sisanya disalurkan kepada fakir miskin. Praktik ini mencerminkan semangat keadilan sosial yang menjadi salah satu esensi terpenting dari perayaan Iduladha.
Nigeria: Festival Durbar yang Megah
Di Nigeria, Iduladha berkembang menjadi perpaduan yang memukau antara ritual keagamaan dan budaya lokal. Salah satu tradisi paling terkenal yang melekat pada perayaan Iduladha di negara Afrika Barat ini adalah festival Durbar — sebuah parade kuda besar-besaran dengan hiasan warna-warni yang melibatkan ribuan penunggang kuda berpakaian tradisional. Festival ini biasanya digelar pada hari terakhir rangkaian perayaan Iduladha dan dihadiri oleh para pemimpin masyarakat, pejabat pemerintah, serta warga dari berbagai kalangan.
Festival Durbar bukan sekadar tontonan, melainkan juga merupakan simbol kekuatan, persatuan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur yang telah berlangsung selama berabad-abad. Bagi masyarakat Nigeria, momen Iduladha menjadi waktu yang tepat untuk menegaskan identitas budaya sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga.
Turki: Kurban Bayrami dengan Sentuhan Artistik
Di Turki, Iduladha dikenal dengan sebutan Kurban Bayrami dan dirayakan secara meriah di seluruh pelosok negeri. Salah satu keunikan tradisi Kurban Bayrami di Turki adalah perlakuan istimewa terhadap hewan kurban sebelum disembelih. Hewan-hewan kurban dihias menggunakan henna dan pita berwarna-warni, kemudian dibawa berarak-arakan menuju tempat penyembelihan. Pemandangan ini menjadi salah satu ikon visual paling ikonik dari perayaan Iduladha di Turki.
Selain prosesi penyembelihan, masyarakat Turki juga memanfaatkan Kurban Bayrami untuk mengunjungi kerabat, memberikan sedekah, dan menggelar jamuan makan bersama. Pemerintah Turki biasanya menetapkan libur nasional selama beberapa hari, menjadikan Kurban Bayrami sebagai salah satu periode perjalanan tersibuk dalam setahun.
India: Tradisi Bakri dan Nilai Sosial yang Kuat
Di India, negara dengan populasi Muslim terbesar ketiga di dunia, Iduladha dikenal luas melalui tradisi bakri yang merujuk pada penyembelihan kambing kurban. Antusiasme masyarakat India dalam merayakan Iduladha sangat tinggi, terutama dalam hal berbagi daging kurban kepada keluarga, tetangga, dan warga kurang mampu di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Momen berbagi ini menjadikan Iduladha di India memiliki nilai sosial yang sangat kuat. Perayaan ini tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan menebarkan kebaikan kepada sesama, terlepas dari latar belakang agama maupun status sosial.
Mengapa Iduladha Lebih Meriah di Beberapa Negara?
Fenomena sejumlah negara merayakan Iduladha lebih meriah dari Idulfitri sejatinya dapat dipahami dari beberapa perspektif. Pertama, keterkaitan langsung Iduladha dengan ibadah haji menjadikan hari raya ini memiliki bobot spiritual yang sangat besar, terutama di negara-negara Timur Tengah. Kedua, tradisi kurban yang melibatkan aktivitas sosial secara langsung — mulai dari penyembelihan hewan hingga pembagian daging — menciptakan dinamika komunal yang lebih intens dibandingkan perayaan Idulfitri.
Ketiga, di kawasan Afrika dan sebagian Asia Selatan, Iduladha sering kali berpadu dengan tradisi budaya lokal yang sudah berlangsung turun-temurun, seperti festival Durbar di Nigeria atau parade kuda di berbagai wilayah. Kombinasi antara dimensi keagamaan dan kebudayaan inilah yang membuat sejumlah negara merayakan Iduladha lebih meriah dari Idulfitri dengan ciri khas dan skala yang tidak kalah megah.
Secara keseluruhan, perbedaan tingkat kemeriahan antara Idulfitri dan Iduladha di berbagai negara mencerminkan kekayaan khazanah Islam global. Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan rasa syukur dan kepatuhan kepada Allah SWT, baik melalui tradisi mudik dan silaturahmi pada Idulfitri, maupun melalui ibadah kurban dan solidaritas sosial pada Iduladha. Yang pasti, kedua hari raya ini tetap menjadi momen sakral yang mempersatukan umat Islam di seluruh dunia dalam semangat keimanan, pengorbanan, dan kebersamaan.












