PSPK – 10 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Banyak publik di media sosial menganggap bahwa kebijakan ini menekan pasar modal dan menyebabkan pelemahan rupiah.
Analisis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah melemah karena eskalasi di Timur Tengah yang semakin memanas. Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat, merespons eskalasi di Timteng.
Di samping itu, AS disebut menenggelamkan beberapa kapal Iran seiring Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.
Pelemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB Q1 Indonesia yang akan dirilis siang ini. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.350-Rp17.450 per dolar AS.










