PSPK – 19 Mei 2026 | Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa. Nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus Rp 17.701 per dolar Amerika Serikat dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Dampak Pelemahan Rupiah
Ida Nurlaela Wiradinata mengingatkan bahwa pelemahan kurs bukan sekadar persoalan indikator ekonomi makro, tetapi juga dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat. Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa, mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok
“Rakyat desa memang tidak memakai dolar, tetapi setiap kenaikan kurs terasa di harga sembako dan biaya hidup. Negara harus hadir menjaga stabilitas ekonomi rakyat sampai ke desa,” kata Ida dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5). Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa, sehingga perlu penanganan yang tepat.
Tekanan Akibat Pelemahan Rupiah
Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, tekanan akibat pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada bahan baku impor. Ia mencontohkan industri rumah tangga seperti produsen tahu, tempe, roti, hingga olahan susu yang kini menghadapi kenaikan biaya produksi di tengah daya beli masyarakat yang sedang melemah. Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa, memerlukan solusi yang efektif.
Langkah Konkret Pemerintah
Ida menegaskan pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan. Ia meminta distribusi kebutuhan pokok ke daerah pelosok dipastikan tetap lancar dan pelaku usaha kecil mendapat perlindungan. Selain itu, ia juga mendorong penguatan peran BUMN sektor pangan sebagai penyangga harga di tengah gejolak ekonomi global. Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa, sehingga pemerintah harus bergerak cepat.
Ida turut menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor sejumlah komoditas strategis. Gandum disebut masih sepenuhnya diimpor, sementara kedelai lebih dari 80 persen, bawang putih sekitar 98 persen, serta susu dan gula industri juga masih banyak didatangkan dari luar negeri. Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa, memerlukan perhatian khusus.
Konflik di Timur Tengah turut memperbesar tekanan ekonomi melalui kenaikan biaya logistik, premi asuransi, dan ongkos pengiriman laut internasional. Menurut Ida, tanpa langkah intervensi yang cepat dan tepat, pelemahan rupiah berpotensi memperberat tekanan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa. Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa, sehingga perlu penanganan yang serius.
Kesimpulannya, Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa, memerlukan penanganan yang tepat dan cepat dari pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.












