PSPK – 03 April 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan pada Rabu (1 April) bahwa Amerika hampir meraih kemenangan dalam konflik yang melibatkan Iran. Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa operasi militer akan berlanjut selama dua sampai tiga minggu ke depan dengan serangan yang “sangat keras”.
Trump mengulang sebagian besar narasi yang telah ia sampaikan lewat media sosial sejak awal perang pada 28 Februari, ketika ia mengumumkan dukungan militer Amerika kepada Israel. Ia menekankan tujuan strategis utama: menghancurkan kekuatan militer Iran, memutus dukungan Tehran terhadap kelompok bersenjata regional, dan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Menurutnya, tujuan‑tujuan tersebut sudah “hampir selesai”.
Konflik tersebut memicu respons Iran dengan menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menyalurkan sekitar 20 % minyak dunia. Penutupan atau gangguan di selat itu menyebabkan harga bensin di Amerika naik melewati US$1 per liter, menambah tekanan pada konsumen dan memperburuk popularitas Trump yang sudah berada di titik terendah.
- Harga minyak kembali naik pada perdagangan awal Kamis, memicu penurunan indeks saham.
- Senator Demokrat Chris Murphy menilai bahwa pidato Trump tidak jelas apakah akan meningkatkan atau menurunkan eskalasi perang.
- Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Tehran tidak menerima kesepakatan yang dia tawarkan, meskipun serangan terhadap infrastruktur sipil dianggap melanggar hukum humaniter internasional.
Trump menolak klaim Kementerian Luar Negeri Iran bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sedang mengupayakan gencatan senjata. Ia menyebut permintaan Washington sebagai “maksimalis dan tidak rasional”. Di sisi lain, ia berjanji kepada sekutu negara‑negara Teluk bahwa Amerika tidak akan membiarkan mereka “terluka atau gagal” dalam menghadapi balasan Iran.
Presiden juga mengkritik negara‑negara Eropa yang enggan mendukung tindakan militer Amerika, menuding mereka terlalu bergantung pada minyak Teluk. Dengan menegaskan bahwa Amerika “memiliki semua kartu” sementara Iran “tidak memiliki satu pun”, Trump menutup pidatonya dengan harapan bahwa tekanan militer akan memaksa Iran kembali ke apa yang ia sebut “Zaman Batu”.










