PSPK – 20 April 2026 | Masinton Pasaribu, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), secara terbuka mengakui bahwa layanan pemerintah kepada masyarakat pasca bencana belum optimal. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 14 April 2026, dalam rapat Musrenbang RKPD 2027 yang diadakan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan, Tapanuli Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Tapteng menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan, ketidakterataan, dan ketidakefektifan penanganan bantuan pascabencana. Ia menegaskan bahwa banyak warga masih menanti bantuan penting seperti Jaminan Hidup (Jadup) yang menjadi sorotan utama di daerah tersebut.
Evaluasi Kinerja dan Temuan Utama
- Rencana aksi reformasi birokrasi belum terstruktur dengan jelas.
- Penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik masih jauh dari standar yang diharapkan.
- Indeks kualitas kebijakan dan pelayanan publik berada pada level rendah.
- Indikator kinerja yang ditetapkan tidak spesifik, tidak realistis, serta tidak memenuhi kriteria yang diperlukan.
Langkah Perbaikan yang Direncanakan
Bupati Tapteng menegaskan bahwa Musrenbang kali ini bukan sekadar agenda penyusunan program, melainkan momentum kebangkitan daerah. Ia berjanji akan memperkuat mekanisme pemulihan tidak hanya untuk memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga membangun ketahanan masa depan yang lebih kuat.
Beberapa inisiatif yang akan diprioritaskan meliputi:
- Penataan ulang rencana aksi reformasi birokrasi dengan melibatkan stakeholder lokal.
- Pengembangan sistem e‑government yang terintegrasi untuk mempercepat proses layanan publik.
- Peningkatan kualitas indikator kinerja dengan menetapkan target yang realistis dan terukur.
- Pengawasan ketat atas distribusi bantuan pascabencana, khususnya program Jadup, agar tepat sasaran.
Masinton juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan meningkatkan koordinasi dengan lembaga bantuan nasional dan organisasi masyarakat untuk memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan secara cepat dan merata.
Dengan komitmen tersebut, Bupati Tapteng berharap dapat memulihkan kepercayaan masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa Tapanuli Tengah dapat bangkit lebih kuat dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan.










