PSPK – 08 April 2026 | Thailand sedang menimbang kebijakan penutupan pompa bensin (SPBU) pada jam malam sebagai respons terhadap kekhawatiran kekurangan pasokan bahan bakar yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyampaikan dalam konferensi pers di Bangkok pada Selasa 7 April bahwa penutupan penjualan bahan bakar diperkirakan akan diberlakukan antara pukul 22.00 hingga 05.00, dengan kemungkinan pelaksanaannya mulai 20 April.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu perjalanan warga selama libur Songkran yang resmi dirayakan dari 16 hingga 18 April, dan jam tutup dapat diberlakukan setelah masa mudik selesai.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menghemat energi dengan bekerja dari rumah, menggunakan transportasi umum, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Walaupun Thailand memiliki cadangan minyak yang relatif tinggi dibandingkan negara lain, negara ini tetap sangat bergantung pada impor minyak, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan pasokan global.
Anutin menuduh pedagang minyak melakukan penimbunan, spekulasi, dan penyelundupan bahan bakar, yang menurutnya menyebabkan kenaikan harga secara berlebihan.
Kebijakan ini muncul di tengah protes publik yang dipicu oleh serangkaian kenaikan harga bahan bakar pada akhir Maret dan awal April.












