PSPK – 16 April 2026 | SMA Katolik St. Familia Wae Nakeng yang berlokasi di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, baru saja merayakan keberhasilan 37 siswanya yang diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Para lulusan akan melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama, antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Udayana, Universitas Negeri Malang, Universitas Nusa Cendana, Politeknik Negeri Bali, dan Politeknik Negeri Kupang.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Siswa perempuan | 29 |
| Siswa laki-laki | 8 |
| Total siswa | 866 |
| Guru perempuan | 26 |
| Guru laki-laki | 27 |
Romo Deny menjelaskan bahwa proses seleksi SNBP menilai nilai rapor semester satu hingga lima serta rekam jejak akademik dan non‑akademik sekolah. Sekolah juga melakukan pemeringkatan nilai rata‑rata tiap mata pelajaran selama lima semester, dengan menambahkan prestasi lain yang dapat dipertimbangkan.
Sekolah ini telah menjadi model dalam pelaksanaan program Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA). Pembelajaran Mendalam menitikberatkan pada pengembangan Higher Order Thinking Skills, sementara KKA membekali siswa dengan literasi digital dan kemampuan teknologi mutakhir. Pada bulan Maret, laboratorium komputer modern juga resmi dibuka untuk mendukung program tersebut.
Romo Deny menekankan bahwa keberhasilan 37 siswa bukan sekadar pencapaian individu, melainkan motivasi bagi seluruh guru dan siswa untuk terus maju. Ia menambahkan, “Kami selalu berpegang pada motto sekolah, ‘always a step ahead’, yang berarti selalu berjuang selangkah lebih maju.”
Beberapa siswa yang lolos memberikan testimoni. Angela Astri Cahyani, yang diterima di program Sarjana Manajemen Universitas Udayana, menyatakan rasa syukur dan menghargai dukungan pendidik selama tiga tahun belajar. Ia menambahkan bahwa pengalaman kuliah merupakan langkah awal untuk mengembangkan diri dan berkontribusi di masa depan.
Epianasius Firgiawan Fiagun, mahasiswa baru program Sarjana Teknik Sipil, Lingkungan, dan Kelautan ITB, menyebut konsistensi akademik sejak semester pertama dan partisipasi dalam lomba tingkat nasional sebagai kunci keberhasilannya. Ia memuji ekosistem pendidikan di St. Familia, termasuk program “Spirit Pagi” yang menumbuhkan kedisiplinan, penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk melatih kemampuan riset, serta beragam ekstrakurikuler yang mengasah soft skills.
St. Familia Wae Nakeng berdiri pada tahun 1990 dan kini terakreditasi A (unggul). Sekolah berada di bawah Yayasan Sekolah Umat Katolik Manggarai Barat (Yasukmabar) yang dikelola oleh Keuskupan Labuan Bajo. Dengan fasilitas yang memadai dan dedikasi pendidik, sekolah berkomitmen menjadikan diri sebagai wadah yang suportif bagi siswa untuk berprestasi dan bermimpi besar.












