PSPK – 15 Juni 2026 | Azizah Khumaira, siswi Global Sevilla School Pulomas yang mewakili Kota Bekasi, berhasil mengangkat piala juara umum pada ajang Putri Anak Jawa Barat 2026. Penetapan gelar tersebut diumumkan pada malam Grand Final yang digelar di Hotel Cemerlang, Bandung, Sabtu 13 Juni 2026. Dengan kemenangan ini, Azizah otomatis melaju ke kompetisi Puteri Anak Indonesia tingkat nasional, mewakili provinsi Jawa Barat.
Kontes Putri Anak Jawa Barat merupakan bagian dari rangkaian kompetisi kecantikan remaja yang diselenggarakan oleh Yayasan Puteri Anak dan Remaja Indonesia (YARI). Sejak pertama kali diluncurkan pada 2015, kompetisi ini telah menjadi ajang seleksi bakat, kecerdasan, dan kepedulian sosial bagi gadis-gadis usia 7-12 tahun di wilayah Jawa Barat. Tahun ini, kontes mempertemukan 25 peserta dari 21 kabupaten/kota, dengan tema utama “Generasi Peduli Lingkungan” yang menekankan peran aktif generasi muda dalam isu perubahan iklim.
Keberhasilan Azizah tidak lepas dari proses persiapan yang intensif selama hampir dua tahun, termasuk pelatihan public speaking, etika panggung, serta program sosial yang dilaksanakan di daerah asalnya. “Saya bersyukur dan terharu atas dukungan yang luar biasa, terutama dari keluarga, guru, dan para pelatih,” ujar Azizah saat diwawancarai di rumahnya di Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu 14 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini didedikasikan untuk orang tuanya, Reza Rizki Fadillah dan Silvia Hasrida, serta kakaknya Zahira Khairani, Puteri Anak Indonesia Lingkungan 2023, yang berperan sebagai mentor mental dan penasehat konten.
Dalam pernyataannya, Azizah juga mengucapkan terima kasih kepada Kak Rezza Hossori (Kak Echa), Regional Director YARI, yang memberikan kepercayaan untuk mengemban gelar Puteri Anak Indonesia Jawa Barat 2026. “Kepercayaan tersebut menjadi beban sekaligus motivasi untuk terus berprestasi dan menginspirasi anak-anak lain,” tuturnya.
Penghargaan yang diraih Azizah tidak hanya bersifat simbolis. Menurut data YARI, wilayah yang menghasilkan juara umum memiliki peningkatan partisipasi remaja dalam program sosial hingga 18% pada tahun berikutnya. Hal ini didukung oleh alokasi dana hibah komunitas yang disalurkan kepada pemenang untuk melaksanakan proyek lingkungan atau pendidikan di daerah asalnya. Oleh karena itu, kemenangan Azizah diproyeksikan akan memicu peningkatan kegiatan sosial di Kota Bekasi, khususnya dalam program penanaman pohon dan literasi digital untuk anak usia dasar.
| Posisi | Nama Peserta | Kabupaten/Kota | Usia |
|---|---|---|---|
| Juara Umum | Azizah Khumaira | Kota Bekasi | 13 |
| Juara 1 | Siti Nursyahbana | Kota Bandung | 12 |
| Juara 2 | Rania Putri | Kab. Bogor | 13 |
| Juara 3 | Linda Mawarni | Kota Depok | 12 |
| Juara Harapan | Fiona Kurnia | Kab. Sukabumi | 11 |
Berbagai pihak mengapresiasi prestasi Azizah. Wali Kota Bekasi, Budi Setiadi, menyampaikan, “Kemenangan ini adalah kebanggaan seluruh warga Bekasi. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan budaya.” Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana mengintegrasikan pengalaman kompetisi Azizah ke dalam kurikulum ekstrakurikuler, khususnya program kepemimpinan dan kewirausahaan remaja.
Secara nasional, Puteri Anak Indonesia 2026 dijadwalkan akan digelar pada bulan September di Surabaya, dengan partisipasi perwakilan provinsi dari seluruh Indonesia. Keikutsertaan Azizah sebagai perwakilan Jawa Barat menambah harapan provinsi tersebut untuk meraih gelar nasional, mengingat sejarah provinsi Jawa Barat yang telah mengukir tiga gelar Puteri Anak Indonesia dalam dekade terakhir.
Persiapan menuju ajang nasional tidak hanya melibatkan pelatihan panggung, namun juga pengembangan proyek sosial yang menjadi bagian dari penilaian akhir. Azizah berencana meluncurkan program “Baca Buku, Baca Dunia” yang bertujuan menambah minat baca anak-anak di daerah pinggiran Bekasi melalui perpustakaan keliling berbasis kendaraan listrik. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih dari 5.000 anak selama tahun pertama pelaksanaannya.
Dalam konteks ekonomi kreatif, keberhasilan kontes kecantikan remaja seperti Putri Anak membuka peluang baru bagi industri pendukung, termasuk agensi modeling, perusahaan make‑up, serta penyedia perlengkapan panggung. Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat bahwa pada 2025, industri pageant memberikan kontribusi sekitar Rp 250 miliar terhadap PDB kreatif nasional, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 12%.
- Pengaruh sosial: meningkatkan partisipasi anak dalam kegiatan lingkungan.
- Ekonomi lokal: penambahan pendapatan bagi penyedia layanan event di Bandung.
- Pendidikan: integrasi program kepemimpinan di sekolah-sekolah.
Secara jangka pendek, kemenangan Azizah akan meningkatkan sorotan media terhadap Kota Bekasi, memicu kunjungan wisatawan muda ke tempat-tempat ikonik kota seperti Alun‑Alun Kota Bekasi dan Pasar Baru. Jangka menengah, dukungan pemerintah daerah terhadap proyek sosial yang diprakarsai pemenang dapat memperkuat jaringan kerjasama antar lembaga non‑profit dan swasta, menciptakan ekosistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak-anak.
Terlepas dari sorotan positif, para pengamat menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara eksposur publik dan kesejahteraan mental peserta. YARI telah memperkenalkan kebijakan baru pada tahun 2026 yang mewajibkan sesi konseling psikologis bagi semua peserta, guna mengurangi tekanan kompetitif yang berpotensi menimbulkan stres.
Dengan dukungan keluarga, komunitas, dan institusi, Azizah Khumaira tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda Bekasi untuk berperan aktif dalam perubahan sosial. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana kompetisi kecantikan dapat bertransformasi menjadi platform pemberdayaan dan inovasi sosial.












