PSPK – 10 Maret 2026 | Jakarta kembali dilanda banjir dahsyat setelah hujan lebat mengguyur wilayah ibukota selama tiga hari terakhir. Pusat Antariksa dan Aeronautika Nasional (LAPAN) mencatat curah hujan tertinggi dalam satu dekade, memicu meluapnya beberapa sungai dan kanal utama. Akibatnya, banjir kini meluas ke 148 Rukun Tetangga (RT) di 12 kecamatan, menenggelamkan lebih dari 2.000 rumah dan menghambat aktivitas ribuan warga.
Area Terkena Dampak Terparah
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, daerah yang paling parah meliputi:
- Kecamatan Cengkareng – 28 RT terendam, termasuk 2 ruas jalan utama yang belum dapat dilalui kendaraan berat.
- Kecamatan Penjaringan – 24 RT, sebagian besar wilayah pemukiman berada di bawah ketinggian 80 cm.
- Kecamatan Jatinegara – 22 RT, dengan kerusakan signifikan pada infrastruktur jalan dan jaringan listrik.
- Kecamatan Tanah Abang – 18 RT, area pasar tradisional mengalami genangan air yang menghambat distribusi barang.
- Kecamatan Kebayoran Baru – 16 RT, rumah-rumah di daerah rendah terpaksa dievakuasi.
- Kecamatan lain (Setiabudi, Kramat Jati, Pulogadung, dan sekitarnya) – total 40 RT menyumbang angka 148 RT terdampak.
Selain RT-RT tersebut, dua ruas jalan utama – Jalan Letjen S. Parman dan Jalan M.H. Thamrin – masih terendam hingga Senin siang, memaksa pihak kepolisian menutup akses kendaraan umum dan mengalihkan rute transportasi massal.
Upaya Penanganan dari Pemerintah
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan langkah-langkah darurat sebagai berikut:
- Pengerahan 15 tim SAR dan 30 kapal pompa air di titik-titik kritis.
- Pembukaan 12 posko bantuan di daerah terdampak, menyediakan makanan, air bersih, dan perlengkapan medis.
- Distribusi paket sembako kepada 4.500 keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
- Pemasangan pompa air tambahan di kanal Ciliwung dan Sunter untuk mempercepat pengeringan.
- Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkiraan cuaca selanjutnya.
Selain itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan layanan transportasi alternatif berupa bus gratis dari titik evakuasi ke pusat kota, serta menyediakan jalur evakuasi darurat bagi warga yang terjebak di rumah.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Para ahli mengingatkan bahwa banjir berkelanjutan dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKI Jakarta melaporkan peningkatan kasus diare dan infeksi kulit pada anak-anak di wilayah yang terkena. Sementara itu, pelaku usaha kecil di pasar tradisional melaporkan kerugian mencapai Rp 150 juta per hari akibat terhentinya aktivitas jual‑beli.
Bank Indonesia memperkirakan dampak ekonomi jangka pendek dapat mencapai Rp 2,3 triliun, terutama pada sektor perdagangan, transportasi, dan jasa. Pemerintah pusat telah menyiapkan alokasi dana bantuan darurat sebesar Rp 500 miliar melalui Kementerian Keuangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur.
Harapan Kedepan
Para pemangku kepentingan menekankan pentingnya langkah mitigasi jangka panjang, termasuk peningkatan kapasitas drainase, rehabilitasi sungai, dan penataan ruang kota yang lebih ramah banjir. Gubernur Anies menegaskan, “Kami tidak hanya berfokus pada penanggulangan saat ini, tetapi juga pada pencegahan agar Jakarta tidak kembali mengalami skenario serupa di masa depan.”
Sementara itu, warga diharapkan tetap waspada, mengikuti arahan pihak berwenang, dan menghindari area rawan genangan. Upaya bersama antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana dan mempercepat proses pemulihan.












