Project Seru Penuh Kejutan

Pengemudi AS Kurangi Perjalanan Akibat Harga Bahan Bakar Melonjak Pasca Perang Iran

April 12, 2026 • 0 Views
Pengemudi AS Kurangi Perjalanan Akibat Harga Bahan Bakar Melonjak Pasca Perang Iran
Pengemudi AS Kurangi Perjalanan Akibat Harga Bahan Bakar Melonjak Pasca Perang Iran

PSPK – 12 April 2026 | Harga bensin dan solar di Amerika Serikat telah mencapai level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, dipicu oleh perang yang berlangsung enam minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Pada Jumat terakhir, rata-rata bensin mencapai US$4,16 per galon dan solar US$5,67 per galon.

Lonjakan harga ini memaksa banyak pengemudi mengubah kebiasaan berkendara. Contohnya, Pat Ouedraogo dari Boston kini mengurangi perjalanan jauh, sementara mahasiswa hukum Skyler Burke rela menempuh jarak lebih jauh untuk mengisi bensin di daerah yang harganya lebih murah. Di Houston, David Wright beralih dari mobil balap yang boros ke kendaraan listrik sepenuhnya.

Pengemudi truk seperti Eddie Esquivel melaporkan bahwa pengeluaran mingguan untuk solar hampir dua kali lipat, naik dari sekitar US$800‑900 menjadi US$1.600‑1.700. Ia menilai kenaikan harga solar dari sekitar US$2 per galon menjadi hingga US$6 per galon telah menambah beban hidup keluarga.

Para analis energi memperkirakan harga bahan bakar akan tetap tinggi meski gencatan senjata sementara telah tercapai. Risiko geopolitik yang berkepanjangan, penutupan jalur pelayaran utama di Selat Hormuz, serta kerusakan fasilitas penyulingan di Timur Tengah diprediksi akan menahan penurunan harga dalam jangka pendek.

  • Pengeluaran bensin nasional diproyeksikan naik US$10,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • Permintaan bensin nasional turun 9% menjadi 8,6 juta barel per hari menjelang Paskah.
  • Sekitar 2 juta barel per hari kapasitas penyulingan di Timur Tengah tidak beroperasi akibat kerusakan.

Lonjakan harga bahan bakar juga berdampak pada politik domestik. Menjelang pemilihan presiden 2024, persetujuan publik terhadap Donald Trump turun ke level terendah baru, dipicu perbandingan antara janji penurunan biaya energi dengan realitas kenaikan harga konsumen yang paling tajam dalam empat tahun terakhir.

Dengan biaya transportasi yang tinggi, banyak konsumen mengurangi aktivitas rekreasi dan menunda perjalanan jauh. Beberapa beralih ke alternatif seperti kendaraan listrik atau penggunaan transportasi umum, sementara yang lain menunda pembelian barang besar demi mengalokasikan anggaran untuk bahan bakar.

Para pengamat memperkirakan bahwa harga bahan bakar akan melunak secara bertahap namun tetap berada di atas level pra‑perang selama beberapa bulan ke depan, seiring dengan upaya membuka kembali jalur pelayaran dan memperbaiki fasilitas produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *