Project Seru Penuh Kejutan

Lonjakan Harga Avtur Tekan Industri Penerbangan, Maskapai Desak Penyesuaian Tarif

April 1, 2026 • 0 Views
Lonjakan Harga Avtur Tekan Industri Penerbangan, Maskapai Desak Penyesuaian Tarif
Lonjakan Harga Avtur Tekan Industri Penerbangan, Maskapai Desak Penyesuaian Tarif

PSPK – 01 April 2026 | Jakarta, 1 April 2026 – Harga bahan bakar pesawat (avtur) melonjak tajam pada bulan April, menambah tekanan pada biaya operasional maskapai penerbangan di Indonesia.

Data INACA menunjukkan bahwa rata‑rata harga avtur domestik naik sekitar 70 % dibandingkan Maret 2026, sementara harga avtur untuk rute internasional meningkat sekitar 80 %. Di Bandara Soekarno‑Hatta, harga avtur domestik beralih dari Rp13.656,51 per liter menjadi Rp23.551,08 per liter, mencatat kenaikan 72,45 % dalam satu bulan.

Item Maret 2026 April 2026 Kenaikan
Avtur domestik (Bandara Soekarno‑Hatta) Rp13.656,51/L Rp23.551,08/L 72,45 %
Rata‑rata avtur domestik (nasional) – – ≈70 %
Rata‑rata avtur internasional – – ≈80 %

Avtur menyumbang sekitar 40 % dari total biaya operasional maskapai, sehingga lonjakan ini menggerus margin keuntungan yang masih dalam tahap pemulihan pasca‑pandemi. Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menuntut pemerintah untuk segera menyesuaikan fuel surcharge dan tarif batas atas (TBA) penerbangan domestik. Sebelumnya asosiasi maskapai mengusulkan kenaikan fuel surcharge dan TBA masing‑masing sebesar 15 %, namun dengan kenaikan harga avtur yang jauh melampaui proyeksi, angka tersebut dianggap kurang memadai.

Jika dibandingkan dengan 2019, saat kebijakan TBA pertama kali diterapkan, harga avtur kini telah meningkat sekitar 295 %, memperparah beban biaya industri. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan kesediaannya untuk membahas usulan penyesuaian tarif bersama pemangku kepentingan, termasuk operator maskapai dan penyedia avtur seperti Pertamina. Kebijakan yang diambil diharapkan tetap memperhatikan daya beli masyarakat, keselamatan, dan kualitas layanan.

Para pengamat mencatat bahwa lonjakan harga energi global dipicu oleh dinamika geopolitik dan fluktuasi nilai tukar, yang berdampak pada seluruh sektor penerbangan dunia. Penyesuaian tarif di Indonesia menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan operasional maskapai sekaligus menstabilkan industri penerbangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *