Project Seru Penuh Kejutan

Mitratel Putar Strategi di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku, Ekspansi Fiber Tetap Ngebut

April 16, 2026 • 0 Views
Mitratel Putar Strategi di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku, Ekspansi Fiber Tetap Ngebut
Mitratel Putar Strategi di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku, Ekspansi Fiber Tetap Ngebut

PSPK – 16 April 2026 | Jakarta – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) menanggapi lonjakan harga bahan baku fiber optik dengan penyesuaian strategi yang lebih terukur. Kenaikan harga high‑density polyethylene (HDPE) sebesar 15‑17% dipicu oleh konflik di Timur Tengah, menambah beban biaya pada proyek‑proyek infrastruktur digital.

Direktur Investasi, Hendra Purnama, menekankan bahwa Mitratel tidak melakukan ekspansi secara agresif tanpa perhitungan. Sebaliknya, perusahaan mengutamakan efisiensi melalui beberapa langkah utama:

  • Optimalisasi desain jaringan dan pemanfaatan aset yang sudah ada.
  • Penguatan kerja sama dengan mitra dan vendor untuk menstabilkan rantai pasok.
  • Penerapan model belanja modal yang selektif, menyesuaikan prioritas proyek tanpa mengorbankan kualitas layanan.
  • Pengembangan skema infrastructure sharing guna menekan biaya dan mempercepat pemerataan konektivitas, khususnya di luar Pulau Jawa.

Meski biaya material naik, Mitratel menjamin bahwa performa jaringan tidak terpengaruh. Standar operasional ketat, sistem pemantauan terintegrasi, dan pemeliharaan preventif tetap dijalankan untuk menjaga kualitas layanan.

Dari sisi kinerja keuangan, Mitratel mencatat pertumbuhan positif pada tahun 2025. Pendapatan mencapai Rp9,53 triliun, naik 2,4 % secara tahunan. Bisnis menara masih menyumbang 81,8 % dari total pendapatan, sementara lini fiber optik menunjukkan pertumbuhan 18,1 % dengan kontribusi sekitar 6 %.

“Perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi biaya dan keberlanjutan ekspansi,” ujar Hendra pada Kamis, 16 April 2026. “Arah pertumbuhan Mitratel akan terus dijaga secara prudent agar tetap sehat dari sisi arus kas sekaligus relevan dengan kebutuhan industri telekomunikasi ke depan.”

Pengamatan media seperti Bisnis Indonesia dan Kontan menyoroti bahwa strategi selektif dalam investasi menjadi kunci bagi perusahaan telekomunikasi dalam menghadapi tekanan biaya global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *