PSPK – 03 April 2026 | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) memulai pengawalan ekspor perdana bumbu pasta dan makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) sebanyak 100 ton untuk kebutuhan logistik haji tahun 2026.
Pengiriman pertama dilakukan dari Gudang Lini Garuda di Bandara Soekarno‑Hatta pada Kamis, 2 April 2026. Seluruh muatan akan dikirim secara bertahap ke Arab Saudi dengan dukungan operasional dari PT Pos Indonesia dan Garuda Indonesia, yang memastikan rantai pasok logistik berjalan terintegrasi dan distribusi udara berjalan lancar.
Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menegaskan peran aktif Kemenhaj dalam mengawal proses distribusi agar memenuhi standar kehalalan, kesehatan, ketahanan produk, serta ketepatan waktu pengiriman. “Kami memastikan semua tahapan logistik haji terpenuhi dengan standar yang ketat, sehingga kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia dapat dipenuhi dengan baik,” ujar Jaenal.
Jadwal pengiriman logistik direncanakan berlangsung melalui beberapa penerbangan antara 2 hingga 6 April 2026. Dari dua vendor yang terlibat, total kebutuhan mencapai 230 ton, sementara sisa 130 ton masih dalam proses penjadwalan penerbangan.
- Ekspor bumbu pasta dan RTE tidak hanya untuk memenuhi konsumsi jemaah, tetapi juga sebagai uji coba peningkatan kapasitas industri dalam negeri.
- Proyek ini berfungsi sebagai “test run” dan pembangunan kapasitas, memastikan produk Indonesia dapat memenuhi standar Arab Saudi.
- Tujuannya mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperkuat kemandirian industri makanan halal.
Kemenhaj menegaskan bahwa pengawalan distribusi logistik ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji, sekaligus mendorong kemandirian dan efisiensi sistem logistik haji Indonesia.












