Project Seru Penuh Kejutan

Ekspor Bumbu dan RTE Haji 2026 Dibuka, UMKM Indonesia Mulai Tembus Rantai Pasok Global

April 3, 2026 • 0 Views
Ekspor Bumbu dan RTE Haji 2026 Dibuka, UMKM Indonesia Mulai Tembus Rantai Pasok Global
Ekspor Bumbu dan RTE Haji 2026 Dibuka, UMKM Indonesia Mulai Tembus Rantai Pasok Global

PSPK – 03 April 2026 | Jawa Barat, TANGERANG – Pemerintah secara resmi membuka peluang ekspor bumbu instan serta makanan siap saji (Ready‑to‑Eat/RTE) untuk keperluan jemaah haji tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor riil melalui ekosistem ekonomi haji, sekaligus menyiapkan produk dalam negeri untuk memasuki rantai pasok internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa program ini tidak hanya mendukung pelaksanaan ibadah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Produk yang diizinkan untuk diekspor meliputi bumbu instan dan makanan siap saji yang telah melewati proses standardisasi ketat, mencakup kualitas, ketahanan, serta sertifikasi halal yang diakui secara internasional.

  • Produk utama: bumbu instan dan RTE yang sudah terstandarisasi.
  • Standar kualitas: kontrol mutu ketat, sertifikasi halal internasional.
  • Logistik: pengemasan khusus, transportasi udara, serta distribusi tepat waktu ke Arab Saudi.
  • Kolaborasi: PT Pos Indonesia mengelola rantai pasok, sementara Garuda Indonesia menyediakan layanan distribusi udara.

Program ini juga dijadikan uji coba sistem logistik untuk memastikan kesiapan distribusi produk Indonesia ke negara tujuan, mulai dari tahap produksi hingga pengiriman akhir.

Pihak Peran
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Koordinasi program, penetapan standar
PT Pos Indonesia Manajemen rantai pasok, pengiriman darat
Garuda Indonesia Distribusi udara, pengiriman tepat waktu

Sinergi antara petani rempah, pelaku UMKM, serta perusahaan logistik menciptakan ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah menilai sektor haji dan umrah memiliki potensi ekonomi yang signifikan untuk mendorong pertumbuhan nasional serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Ke depan, diharapkan semakin banyak UMKM yang terlibat, meningkatkan kapasitas produksi, dan menembus pasar global secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *