PSPK – 01 April 2026 | Iran melancarkan serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak mentah berkapasitas besar yang berada di perairan lepas pantai Dubai pada Selasa pagi, 31 Maret. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran pada lambung kapal Al‑Salmi yang berlayar dengan bendera Kuwait dan mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah, setara lebih dari US$200 juta pada harga pasar saat itu.
Insiden ini terjadi tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa AS akan menghancurkan pembangkit energi, sumur minyak, dan fasilitas pengolahan di Iran bila Tehran tidak membuka Selat Hormuz. Ancaman tersebut memicu respons militer Iran yang menargetkan kapal dagang di Teluk dan Selat Hormuz, termasuk penggunaan rudal dan drone.
Harga minyak mentah dunia merespon dengan lonjakan tajam. Brent, patokan internasional, naik lebih dari 56 % dalam satu bulan, menembus US$113 per barel, sementara harga bensin di Amerika Serikat melewati US$4 per galon untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan biaya energi ini menambah beban keuangan rumah tangga dan menjadi isu politik sensitif menjelang pemilihan presiden AS pada November.
Di sisi lain, konflik regional terus meluas. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel, sementara Turki melaporkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran masuk ke wilayah udaranya sebelum berhasil ditembak jatuh. Israel pun melakukan serangan balasan ke infrastruktur militer di Tehran dan ke instalasi yang didukung Hizbullah di Lebanon.
Militer Amerika Serikat telah mengirimkan ribuan tentara, termasuk divisi elite Angkatan Darat, ke Timur Tengah sebagai bagian dari bala bantuan yang memperluas opsi strategis Trump, termasuk potensi operasi darat di Iran. Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung, dengan batas waktu kedua pada 6 April untuk membuka Selat Hormuz.
Iran menolak proposal perdamaian yang disampaikan melalui perantara negara‑negara Arab dan menyebutnya tidak realistis serta berlebihan. Meski demikian, pernyataan resmi Tehran menegaskan kesiapan untuk mempertahankan kontrol atas jalur pelayaran penting tersebut.
- Kebakaran kapal tanker berhasil dipadamkan tanpa tumpahan minyak.
- Harga Brent naik di atas US$113 per barel.
- Harga bensin di AS melewati US$4 per galon.
- Ribuan tentara AS dikerahkan ke wilayah Timur Tengah.
- Negosiasi pembukaan Selat Hormuz masih berjalan dengan batas waktu 6 April.
Dengan ketegangan yang belum menunjukkan tanda‑tanda mereda, pasar energi global tetap berada di bawah tekanan. Para analis memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memperburuk krisis energi dan menambah beban ekonomi bagi negara‑negara konsumen serta produsen minyak.










