PSPK – 20 Maret 2026 | Teheran dikejutkan oleh rangkaian serangan udara yang menewaskan dua tokoh senior pemerintahan Iran dalam waktu singkat. Pada Selasa (17/3/2026), Ali Larijani, mantan Ketua Dewan Keamanan Nasional sekaligus tokoh politik berpengaruh, tewas dalam sebuah serangan yang dituduhkan kepada Israel saat mengunjungi putrinya di pinggiran timur kota. Hanya beberapa hari kemudian, pada Kamis (19/3/2026), Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, dilaporkan juga menjadi korban serangan yang sama, menimbulkan spekulasi luas bahwa keduanya menjadi target terkoordinasi oleh Israel.
Serangan Mematikan di Tehran
Menurut laporan resmi yang disampaikan oleh pejabat keamanan Iran, pesawat tak berawak (drone) berteknologi tinggi diluncurkan dari wilayah udara internasional dan menembus pertahanan anti‑udara Iran. Drone tersebut menabrak sebuah rumah pribadi tempat Larijani berada, mengakibatkan luka fatal. Sementara Khatib, yang saat itu berada di sebuah fasilitas intelijen dekat pusat kota, juga menjadi sasaran serangan yang sama. Kedua korban tewas seketika, sementara beberapa warga sipil lain dilaporkan mengalami luka ringan.
Penyerangan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik tidak langsung antara Israel dan Iran, yang selama bertahun‑tahun saling menuduh melakukan aksi pembunuhan tersembunyi. Pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi, namun analis militer internasional menilai bahwa serangan tersebut kemungkinan dilakukan sebagai respons terhadap aktivitas intelijen Iran yang menargetkan aset‑aset strategis Israel di wilayah Teluk.
Reaksi Internasional
- Rusia: Presiden Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan menegaskan bahwa Larijani merupakan sahabat strategis Moskow. Putin menilai pembunuhan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Iran dan menuntut pertanggungjawaban internasional.
- China: Kementerian Luar Negeri China mengutuk keras aksi pembunuhan terhadap Larijani dan Khatib, menyebutnya tidak dapat diterima dalam hubungan internasional. Juru bicara Lin Jian menekankan komitmen Beijing untuk menengahi ketegangan di kawasan Timur Tengah dan mengimbau semua pihak menahan diri dari penggunaan kekerasan.
- Amerika Serikat: Pemerintah AS menolak keterlibatan langsung dalam serangan, namun menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut. Pihak Pentagon menegaskan bahwa semua tindakan militer harus mematuhi hukum internasional.
Dampak Politik Regional
Kematian Larijani dan Khatib memperdalam krisis kepercayaan antara Tehran dan Moskow, meski Rusia secara terbuka mendukung Iran dalam forum‑forum internasional. Di sisi lain, China berusaha memposisikan diri sebagai mediator netral, mengingat kepentingannya dalam proyek energi bersama, khususnya pengembangan ladang gas South Pars.
Para analis menilai bahwa pembunuhan ini dapat memicu serangkaian balasan militer yang lebih luas, termasuk kemungkinan serangan balasan Iran terhadap instalasi militer Israel di Suriah atau Lebanon. Selain itu, tekanan internasional terhadap program nuklir Iran diperkirakan akan meningkat, mengingat aksi-aksi militer ini dapat dipakai oleh pihak-pihak yang menentang perjanjian nuklir 2015 sebagai alasan untuk memperketat sanksi.
Di dalam negeri, pemerintah Iran telah mengumumkan hari berkabung nasional dan menyiapkan tim khusus untuk menyelidiki serangan tersebut. Kementerian Pertahanan Iran menegaskan bahwa mereka telah meningkatkan kesiapan pertahanan udara dan menyiapkan respons yang proporsional.
Situasi ini menambah daftar nama-nama pejabat tinggi Iran yang menjadi korban aksi pembunuhan rahasia dalam satu dekade terakhir, termasuk mantan jenderal Qasem Soleimani yang tewas pada 2020. Kematian Larijani dan Khatib menegaskan kembali betapa rapuhnya keamanan elit politik Iran di tengah persaingan geopolitik yang semakin intens.
Dengan dua tokoh penting yang hilang dalam waktu singkat, dunia menanti langkah selanjutnya dari pihak-pihak terkait. Apakah Israel akan mengakui keterlibatannya? Bagaimana respons Rusia dan China dalam mengatur kembali aliansi strategis mereka dengan Tehran? Dan apakah Iran akan meningkatkan aksi balasannya di medan pertempuran regional? Semua pertanyaan ini masih terbuka, namun satu hal yang pasti: dinamika hubungan Timur Tengah akan terus berada di bawah sorotan tajam internasional.










